Reksa Dana Turun 30%, Returnmu Bisa Cuma -8%. Ini Sebabnya.
Baca 5 menit
Baca 5 menit
Buka fund fact sheet reksa dana mana pun, di situ ada satu angka return untuk seluruh dana, sama untuk semua investor yang pernah pegang unitnya. Buka dashboard portofoliomu sendiri, angkanya beda sama sekali, karena tergantung persis kapan kamu setor uang. Dua-duanya bisa sama-sama benar. Kejatuhan IHSG 2026 dan pemulihannya bikin selisih ini kelihatan jelas, bukan cuma teori.
Artikel sebelumnya di situs ini sudah membahas lapisan pertama kebingungan ini: persentase sederhana di aplikasi broker mengabaikan kapan kamu setor, XIRR tidak. Ini lapisan di bawahnya lagi. XIRR sendiri disebut money-weighted return: dia menjawab "dengan setoran-setoranku, pada tanggal-tanggal spesifikku, tingkat return tahunan konstan berapa yang menjelaskan saldo akhirku?" Sifatnya personal banget. Dua investor di reksa dana yang persis sama bisa punya angka XIRR yang jauh berbeda kalau mereka setor di waktu yang berbeda.
Time-weighted return menjawab pertanyaan yang berbeda: "bagaimana kinerja aset dana ini sebenarnya, terlepas dari siapa yang invest dan kapan?" Ini angka yang dipakai di fund fact sheet, dan yang jadi acuan menilai kinerja manajer investasi, karena memang dirancang untuk menghilangkan efek arus kas dari investor. Kalau semua investor yang pernah pegang reksa dana itu setor jumlah yang sama di tanggal yang sama, time-weighted return dan money-weighted return-nya bakal identik. Kenyataannya nyaris tidak pernah, karena investor asli setor dan tarik uang sesuai jadwalnya sendiri, bukan jadwal reksa dananya.
IHSG ditutup di rekor 9.133,87 pada 19 Januari 2026, level tertinggi sepanjang masa saat itu. Sembilan hari kemudian, 28 Januari, IHSG anjlok 7,34% dalam satu hari, penurunan harian terburuk dalam sekitar dua setengah dekade, setelah MSCI mengumumkan pembekuan sementara proses valuasi saham Indonesia terkait masalah transparansi kepemilikan saham. Penurunan berlanjut sepanjang semester pertama: pada 30 Juni 2026 IHSG ditutup di 5.643,19, turun hampir 35% sejak awal tahun. Juli membawa pemulihan nyata, naik 10,28% dalam sebulan, dan pada 7 Agustus 2026, penutupan terakhir sebelum tulisan ini dibuat, indeks berada di 6.409,65, masih sekitar 30% di bawah puncak Januari.
Perjalanan bolak-balik itu, rekor tertinggi, anjlok, lalu pulih sebagian, semua dalam satu tahun, justru bikin selisih antara time-weighted dan money-weighted return kelihatan nyata, bukan cuma di buku teks.
Misal dua orang sama-sama setor Rp 100.000.000 ke reksa dana indeks IHSG di periode ini. Supaya hitungannya sederhana, anggap reksa dananya mengikuti indeks satu banding satu, tanpa memperhitungkan biaya dan tracking difference, dan anggap rupiahnya langsung "membeli" unit indeks.
Investor A setor semuanya sekaligus pada 19 Januari 2026, tepat di puncak 9.133,87, dan tidak pernah nambah atau menarik lagi. Pada 7 Agustus 2026, di level 6.409,65, posisinya bernilai sekitar Rp 70.175.000, rugi sekitar 29,8%.
Investor B setor jumlah yang sama, tapi dibagi dua: separuh pada 19 Januari di puncak yang sama, separuh lagi pada 30 Juni di 5.643,19, saat pasar masih dalam-dalamnya anjlok. Pada 7 Agustus, posisinya bernilai sekitar Rp 91.880.000, rugi sekitar 8,1%.
| Setoran 1 | Setoran 2 | Nilai per 7 Agu 2026 | Return | |
|---|---|---|---|---|
| Investor A | Rp 100.000.000 pada 19 Jan (indeks 9.133,87) | tidak ada | ≈ Rp 70.175.000 | ≈ -29,8% |
| Investor B | Rp 50.000.000 pada 19 Jan (indeks 9.133,87) | Rp 50.000.000 pada 30 Jun (indeks 5.643,19) | ≈ Rp 91.880.000 | ≈ -8,1% |
Reksa dananya sendiri cuma punya satu time-weighted return untuk periode ini: sekitar -29,8%, pergerakan indeks itu sendiri dari 9.133,87 ke 6.409,65. Itu angka yang bakal muncul di laporan kinerja resmi reksa dananya, tidak terpengaruh keputusan investor mana pun. Money-weighted return Investor A kebetulan sama persis, karena setoran sekaligus tanpa arus kas lain bikin money-weighted dan time-weighted jadi angka yang sama. Money-weighted return Investor B jauh berbeda, karena separuh uangnya sama sekali tidak mengalami puncak Januari.
Tergantung apa yang mau kamu jawab. Menilai apakah sebuah reksa dana atau manajer investasi layak dipegang, terlepas dari kapan kamu sendiri setor, itu pertanyaan time-weighted: makanya fund fact sheet dan perbandingan antar reksa dana pakai angka ini, dan makanya membandingkan return resmi reksa dana dengan return resmi benchmark itu perbandingan yang adil. Menilai bagaimana uangmu sendiri benar-benar berkinerja, berdasarkan keputusanmu sendiri soal kapan nambah atau tarik dana, itu pertanyaan money-weighted, dan itu yang dijawab XIRR serta angka IRR di NetWort.
Kalau dua pertanyaan ini tertukar, muncul kesalahan spesifik yang sebenarnya bisa dihindari: baca return resmi reksa dana -29,8%, lalu berasumsi akun sendiri harusnya menunjukkan angka yang sama, kemudian menganggap selisihnya sebagai masalah tracking atau kesalahan sistem. Biasanya bukan begitu. Itu reksa dana yang sama, sedang menjawab dua pertanyaan berbeda untuk dua kebutuhan yang berbeda.
NetWort menghitung IRR dari riwayat transaksimu yang sebenarnya, yang otomatis membuatnya money-weighted: sistem sudah tahu setiap setoran dan tanggalnya, jadi memang dirancang untuk menjawab pertanyaan personal, bukan pertanyaan level reksa dana. Itu juga sebabnya membandingkan IRR-mu dengan return resmi sebuah indeks butuh pengecekan apple-to-apple dulu, dibahas di apakah returnmu sudah bagus?. Dan kalau selisih antara angkamu dengan angka headline reksa dana kelihatan terlalu lebar, cara hitung untung investasi tanpa setoran membahas cara lain arus kas bisa membuat kinerja portofolio salah dibaca.