Pilih Benchmark Portofolio yang Tepat: Kenapa Membandingkan dengan Indeks yang Salah Menyesatkan
Baca 5 menit
Baca 5 menit
Portofoliomu naik 8% tahun ini. Itu bagus atau biasa saja?
Jawabannya tergantung pembandingnya. Dibandingkan satu indeks, kamu mengalahkan pasar. Dibandingkan indeks lain, kamu kalah. Uang sama, tahun sama, kesimpulannya berlawanan.
Benchmark portofolio adalah indeks acuan untuk membandingkan hasilmu. Kalau kamu bingung memilih antara IHSG, LQ45, atau S&P 500, artikel ini membantu kamu menentukan pembanding yang adil. Ada contoh hitungan dalam rupiah di dalamnya.
Berikut portofolio rekaan senilai Rp100 juta. Semua angka di bawah adalah hitungan NetWort dengan return karangan, bukan data pasar.
Kamu pegang Rp60 juta saham Indonesia dan Rp40 juta saham AS. Setelah setahun:
Return totalmu adalah (0,6 × 4%) + (0,4 × 14%) = 2,4% + 5,6% = 8,0%.
Sekarang bandingkan dengan dua return indeks karangan untuk tahun yang sama:
| Benchmark | Return indeks | 8,0% milikmu dikurangi indeks | Kesimpulan |
|---|---|---|---|
| IHSG saja | +3% | +5,0 poin | "Saya kalahkan pasar" |
| S&P 500 saja (500 perusahaan besar AS) | +15% | -7,0 poin | "Saya kalah dari pasar" |
Dua-duanya tidak adil. Kamu tidak pernah memegang 100% saham Indonesia, dan tidak pernah 100% saham AS. Tiap indeks hanya menilai separuh dari isi portofoliomu.
Benchmark yang adil mirip dengan portofoliomu. Kalau kamu pegang dua pasar, gabungkan dua indeks dengan bobotmu sendiri.
Untuk contoh tadi: (0,6 × 3%) + (0,4 × 15%) = 1,8% + 6,0% = 7,8%.
8,0% milikmu dikurangi 7,8% hasilnya +0,2 poin. Itulah jawaban yang jujur. Kamu kurang lebih setara dengan campuran pasar tempat kamu berinvestasi. Bukan kemenangan besar, bukan kegagalan.
Pakai bobot di awal periode. Kalau satu aset sudah tumbuh besar, bobotmu pasti bergeser. Pergeseran ini dibahas di panduan beta portofolio.
Indeks dalam dolar dan portofolio dalam rupiah tidak diukur dengan penggaris yang sama. Saat rupiah melemah, aset AS-mu untung dalam rupiah walau sahamnya diam saja.
Jadi bandingkan yang setara. Ubah return indeks AS ke rupiah, atau hitung seluruh portofoliomu dalam dolar. Di contoh kita, angka 15% untuk S&P 500 sudah dihitung dalam rupiah.
Kebanyakan angka indeks yang beredar adalah price index. Isinya hanya perubahan harga, tanpa dividen. Total return index menambahkan dividen kembali.
Kalau portofoliomu membayar dividen yang kamu investasikan lagi, bandingkan dengan total return index. Kalau tidak, hasilmu terlihat sedikit lebih bagus dari kenyataan. Selisihnya dibahas di beda price return dan total return.
Pakai tanggal awal dan akhir yang persis sama untuk portofoliomu dan indeks. Return portofolio 12 bulan terakhir tidak adil dibandingkan dengan return indeks setahun kalender.
Cek juga jenis return yang kamu lihat. Kalau kamu menambah atau menarik uang di tengah tahun, returnmu mungkin money-weighted, artinya memperhitungkan kapan uangmu masuk. Return indeks biasanya time-weighted, artinya tidak peduli waktu uang masuk. Dua angka ini memang tidak harus sama. Baca beda time-weighted dan money-weighted return.
IHSG mencakup hampir semua saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. LQ45 adalah daftar lebih kecil berisi 45 saham pilihan berdasarkan likuiditas (seberapa mudah diperdagangkan) dan ukuran.
Tes sederhana: daftar mana yang lebih mirip isi portofoliomu?
Apa pun pilihanmu, catat sebelum tahun dimulai. Lalu konsisten. Perbedaan kedua daftar dibahas di saham LQ45 vs lapis dua.
Memilih indeks yang membuatmu terlihat bagus. Menggoda sekali memilih indeks yang berhasil kamu kalahkan. Kalau dipilih setelah hasilnya keluar, perbandingannya tidak berarti.
Pakai satu indeks untuk portofolio campuran. Contoh kita sudah menunjukkannya: satu indeks mengubah kesimpulan dari +5 jadi -7 poin.
Lupa bagian yang tidak cocok dengan indeks mana pun. Uang tunai, emas, dan kripto jarang cocok dengan indeks saham. Nilai tiap bagian dengan penggaris sendiri, misalnya harga emas atau Bitcoin, dan pisahkan dari bagian saham.
NetWort memilih benchmark otomatis untuk angka beta di kartu Portfolio Health. Tickermu dihitung per pasar. Kalau sebagian besar berakhiran .JK, yang dipakai IHSG. Kalau sebagian besar saham AS, yang dipakai S&P 500. Di kodenya juga ada Hang Seng untuk Hong Kong dan FTSE 100 untuk Inggris.
NetWort memilih satu indeks saja, yaitu pasar dengan ticker terbanyak. Tidak ada penggabungan. Untuk portofolio seperti contoh 60/40 kita, kartu itu membandingkan kamu hanya dengan Indonesia. Ingat ini saat membaca angkanya. Alasannya dibahas di beta saham terhadap indeks yang tepat.
Untuk melihat suasana tiap pasar, halaman Market NetWort menampilkan pembacaan pasar Indonesia dan AS berdampingan.
Buka Dashboard NetWort dan lihat kartu Portfolio Health. Catat pembagianmu antara saham Indonesia, saham AS, dan aset lain. Lalu susun benchmark gabungan dari bobot itu dan bandingkan dengan returnmu.