Uang Nganggur di Aplikasi Sekuritas Kamu Diam-Diam Nurunin Return Portofolio
Baca 5 menit
Baca 5 menit
Kamu jual saham, atau baru top up rekening buat investasi, terus uangnya nganggur dulu di RDN beberapa minggu sambil kamu mikir mau beli apa. RDN itu singkatan dari Rekening Dana Nasabah, rekening bank yang dipakai sekuritas kamu buat nyimpen dana yang belum diinvestasikan. Uang itu nyaris gak dapat bunga selama nganggur di sana. Padahal bagian lain dari portofolio kamu, yang sudah diinvestasikan, bisa untung beberapa persen setahun. Gabungkan keduanya jadi satu return portofolio, dan bagian yang nganggur itu diam-diam narik turun angka totalnya. Ini yang disebut cash drag, dana nganggur yang bikin return kamu keliatan lebih kecil dari yang seharusnya, dan kebanyakan investor gak pernah ngitung seberapa besar biayanya.
Cash drag itu jaraknya antara return yang bisa didapat dana yang sudah diinvestasikan, sama return yang beneran didapat dana yang masih nganggur, dirata-rata ke seluruh rekening kamu. Ini bukan biaya yang dipotong dari saldo kamu. Gak ada yang narik uang kamu buat ini. Ini opportunity cost, alias kesempatan yang hilang: uang yang seharusnya bisa tumbuh sesuai return pasar malah diam saja, dan return keseluruhan rekening kamu jadi rata-rata dari dua bagian itu, yang diinvestasikan sama yang nganggur, dibobot sesuai berapa besar porsi masing-masing.
Makin besar saldo yang nganggur dan makin lama dia diam di situ, makin besar juga narik turun return total yang kamu dapat dari seluruh uang di rekening, walaupun bagian yang diinvestasikan sendiri sebenarnya baik-baik saja.
Kecil banget, faktanya. Menurut FAQ resmi Bibit yang diperbarui Mei 2026, RDN lewat BCA cuma bayar bunga 0% sampai 1% per tahun, dan RDN lewat Bank Jago paling tinggi 2% per tahun. Bunganya beda-beda tergantung bank mana yang jadi administrator RDN dan berapa besar saldonya, tapi gak ada satu pun yang mendekati apa yang bisa didapat dana yang diinvestasikan dalam jangka panjang.
Sebagai perbandingan, IHSG, indeks acuan bursa saham Indonesia, naik dari 5.226,95 di akhir 2014 jadi 7.272,80 di akhir 2023, setara pertumbuhan tahunan (CAGR) sekitar 4,39% per tahun, menurut IPOT News dari Indopremier. Angka itu cuma dari indeks harga saja, belum termasuk dividen, dan tiap tahun bisa jauh di atas atau di bawah rata-rata itu, termasuk 2026 sendiri, yang sempat bikin IHSG anjlok sekitar 38% sebelum pulih sebagian. Angka ini dipakai di sini cuma sebagai satu benchmark jangka panjang yang nyata dan bersumber, bukan prediksi apa yang bakal terjadi ke depannya.
Anggap kamu punya portofolio Rp50.000.000. Anggap bagian yang diinvestasikan mengikuti benchmark jangka panjang 4,39% tadi, dan dana nganggur dapat bunga 1% per tahun, angka tertinggi yang dibayar RDN BCA. Ini yang terjadi dalam satu tahun di berbagai level dana nganggur.
| Diinvestasikan | Dana nganggur | Return gabungan | Nilai setelah 1 tahun | Hilang karena cash drag |
|---|---|---|---|---|
| 100% | 0% | 4,39% | Rp52.195.000 | Rp0 |
| 80% | 20% | 3,71% | Rp51.856.000 | Rp339.000 |
| 50% | 50% | 2,70% | Rp51.347.500 | Rp847.500 |
| 20% | 80% | 1,68% | Rp50.839.000 | Rp1.356.000 |
Return gabungan = (% diinvestasikan × return investasi) + (% dana nganggur × bunga RDN)
Seperempat rekening kamu nganggur selama setahun penuh, baris 80/20 di atas, sudah bikin kamu rugi lebih dari Rp300.000 dari portofolio Rp50.000.000. Itu baru efek langsungnya dalam satu tahun. Makin lama dibiarkan, makin besar juga efeknya, karena ikut ter-compound.
Coba hitung split 80% diinvestasikan, 20% nganggur yang sama tadi, tapi buat 10 tahun, bukan 1 tahun, dengan untungnya di-reinvest tiap tahun. Rekening yang full diinvestasikan tumbuh jadi sekitar Rp76.834.980. Rekening yang seperlima saldonya nganggur terus selama 10 tahun cuma tumbuh jadi sekitar Rp71.987.998. Selisihnya sekitar Rp4.846.981, hampir Rp5.000.000, hilang murni karena uang nganggur, bukan diinvestasikan, dari jumlah awal yang sama persis.
Bukan berarti dana nganggur itu selalu salah. Nyimpen sebagian cash buat jaga-jaga ada peluang, atau sambil kamu masih riset keputusan, itu wajar. Poinnya, kamu perlu tahu berapa biaya aslinya, bukan nganggep bunga RDN yang mendekati 0% itu gak masalah cuma karena bukan biaya yang kelihatan.
Fitur Manual Assets di NetWort punya kategori khusus "Cash" buat kamu catat saldo nganggur kamu, lengkap dengan bunga aslinya, sesuai apa yang beneran dibayar RDN atau tabungan kamu. Catat di situ, dan Dashboard kamu bakal ikut menghitung dana nganggur itu ke return gabungan portofolio kamu, jadi kamu bisa lihat efek cash drag di angka kamu sendiri, bukan cuma contoh hipotetis Rp50.000.000 di atas. Halaman Market NetWort memantau sentimen IHSG dan IDX terkini, konteks yang berguna buat menilai return investasi yang realistis sekarang, bukan cuma mengandalkan rata-rata jangka panjang saja.
Ini beda jenis distorsi return dari yang dibahas di kenapa rata-rata return portofolio bisa menyesatkan: artikel itu soal bagaimana volatilitas bikin rata-rata return tahunan keliatan lebih bagus dari hasil aslinya, sementara cash drag soal dana nganggur yang diam-diam bikin return kamu keliatan lebih kecil dari yang seharusnya. Dua-duanya penting diketahui, karena masing-masing bisa bikin angka "return" yang kamu lihat beda dari apa yang beneran terjadi ke uang kamu.