Dua Aset Jalan di Tempat, Portofoliomu Tetap Naik 17%. Ini Cara Kerja Rebalancing Bonus
Baca 4 menit
Baca 4 menit
Bayangkan dua investasi. Dalam dua tahun, tidak ada yang untung sepeser pun. Keduanya berakhir persis di angka awal.
Sekarang taruh separuh uangmu di masing-masing, lalu rapikan komposisinya setahun sekali. Di contoh bawah, uang Rp 100.000.000 kamu jadi sekitar Rp 117.400.000. Tambahan itulah yang disebut rebalancing bonus: return ekstra yang muncul dari proses rebalancing, bukan dari salah satu aset yang menang.
Kedengarannya seperti sulap. Padahal ini hitungan biasa, tapi ada batasnya yang ketat. Di tulisan ini kamu lihat angkanya, lalu kapan bonus itu hilang.
Rebalancing artinya menjual sedikit aset yang naik dan membeli aset yang turun, supaya komposisi kembali ke porsi yang kamu pilih, misalnya 50% dan 50%.
Rebalancing bonus adalah tambahan return compounding yang bisa didapat portofolio hasil rebalancing, dibanding rata-rata sederhana dari aset-asetnya. Istilah lainnya volatility harvesting, karena bonus ini "memanen" naik turunnya harga. Booth dan Fama menamai konsep yang mirip sebagai "diversification return" pada 1992. William Bernstein mempopulerkan istilahnya lewat monograf "The Rebalancing Bonus".
Volatilitas di sini artinya seberapa jauh harga naik turun.
Angkanya sengaja dibuat sendiri. Ini alat belajar, bukan ramalan aset nyata mana pun.
Aset X dan Aset Y bergerak berlawanan. Saat X naik 50%, Y turun 33,3%. Tahun berikutnya gantian.
| Tahun | Aset X | Aset Y |
|---|---|---|
| 1 | +50% | −33,3% |
| 2 | −33,3% | +50% |
Cek satu per satu. Tahun naik 50% mengubah Rp 100 jadi Rp 150. Tahun turun 33,3% membawa Rp 150 kembali ke Rp 100. Jadi kedua aset berakhir datar setelah dua tahun.
Sekarang bandingkan dua cara memegang campuran 50/50 senilai Rp 100.000.000.
| Setelah | Tanpa rebalancing | Rebalancing ke 50/50 tiap tahun |
|---|---|---|
| Tahun 1 | Rp 100.000.000 | Rp 108.333.333 |
| Tahun 2 | Rp 100.000.000 | Rp 117.361.111 |
Kenapa kolom kanan bisa tumbuh? Tiap tahun, separuh uangmu naik 50% dan separuh turun 33,3%. Rata-ratanya +8,33%. Rebalancing mengembalikan porsi, jadi tahun depan lagi-lagi separuh uangmu ikut tiap gerakan. Kamu dapat rata-rata +8,33% itu setiap tahun, bukan membiarkan satu kerugian besar mengecilkan modalmu.
Kalau mau tahu latar belakang selisih itu, baca penjelasan kami soal mean return aritmetika vs geometrik. Bonus ini adalah efek yang sama, dimanfaatkan.
Bonus ini bukan uang gratis. Ada tiga syarat.
1. Harga harus naik turun, lalu kembali. Bonus hidup dari aset yang bergantian naik dan turun. Kalau satu aset terus menanjak dan yang lain tertinggal, rebalancing berarti menjual pemenang terlalu cepat.
Ini tes yang sama dengan tren stabil. Aset X naik 20% per tahun. Aset Y naik 5% per tahun. Mulai dari Rp 100.000.000 dengan porsi 50/50, jalankan dua tahun.
| Setelah 2 tahun | Hasil |
|---|---|
| Tanpa rebalancing | Rp 127.125.000 |
| Rebalancing tiap tahun | Rp 126.562.500 |
Rebalancing finis sedikit di belakang, karena terus memangkas aset yang lebih kencang.
2. Aset tidak boleh bergerak kompak. Kalau dua aset naik dan turun bersamaan, tidak ada pemenang untuk dijual dan tidak ada yang tertinggal untuk dibeli. Bonusnya menyusut mendekati nol.
3. Biaya harus tetap kecil. Setiap penjualan bisa kena fee broker dan, kadang, pajak. Bonus yang kecil bisa habis kalau terlalu sering transaksi. Tulisan kami soal seberapa sering rebalancing portofolio membahas sisi biayanya.
Jangan berharap bonus besar dari pasar sungguhan. Vanguard menguji portofolio 60% saham AS dan 40% obligasi AS dengan data 1926 sampai 2009. Menurut ringkasan makalah 2010 mereka, "Best Practices for Portfolio Rebalancing", portofolio yang di-rebalance setahun sekali menghasilkan 8,6% per tahun. Yang tidak pernah di-rebalance menghasilkan 9,1%.
Jadi di sana rebalancing tidak menaikkan return. Tapi portofolio yang dibiarkan itu juga bergeser dari 60% saham menjadi lebih dari 84% saham, jauh lebih berisiko dari yang dipilih investornya.
Itu kesimpulan yang jujur. Di dunia nyata, tugas utama rebalancing adalah menjaga risikomu tetap di level yang kamu tentukan. Rebalancing bonus memang ada, tapi kecil dan bergantung pada cara harga bergerak.
Catatan: kami tidak bisa membuka PDF Vanguard secara langsung. Angka di atas berasal dari beberapa ringkasan yang dipublikasikan, jadi cek makalah aslinya sebelum kamu mengandalkannya.
Bisa jadi portofoliomu sudah jauh bergeser dari porsi yang kamu rencanakan. Buka halaman Holdings dan bandingkan bobot tiap bagian dengan targetmu. Kalau ada yang bergeser jauh, kamu bisa lihat seberapa besar perubahan kalau di-rebalance.
Untuk melihat seberapa kencang pasar bergerak sekarang, halaman Market menampilkan volatilitas terkini di pasar Indonesia, AS, dan kripto.