Kekayaan Kuncoro Wibowo: $1,19 Miliar di 2024, Lalu Hilang Total dari Daftar Forbes di 2025
Baca 6 menit
Baca 6 menit
Kalau kamu pernah beli obeng atau cat tembok di AZKO (dulu namanya Ace Hardware), beli sofa di Informa, atau ngopi bubble tea di Chatime, kamu sudah kenal bisnis milik keluarga Kuncoro Wibowo, meski mungkin tidak sadar. Kekayaan Kuncoro Wibowo, menurut daftar "Indonesia's 50 Richest 2024" dari Forbes (terbit 11 Desember 2024), ada di angka $1,19 miliar, peringkat ke-46 nasional. Setahun kemudian, daftar "Indonesia's 50 Richest 2025" dari Forbes (terbit 10 Desember 2025) melaporkan saham perusahaan ritelnya anjlok lebih dari 40% di tengah laba yang menyusut, dan namanya sama sekali tidak muncul lagi di 50 nama itu. Dua-duanya dari Forbes, jadi ini satu daftar Forbes ke daftar Forbes berikutnya, bukan dua tracker yang beda pendapat. Satu catatan penting dulu sebelum lanjut: artikel ini soal bos Kawan Lama Group, bukan orang lain dengan nama yang sama persis yang pernah dihukum karena korupsi, dijelaskan di bawah.
Forbes mencatat Kuncoro Wibowo di tiga daftar tahunan "Indonesia's 50 Richest" berturut-turut, dan polanya jarang terlihat di seri ini: naik, naik lagi, lalu hilang. Di daftar 2023 (terbit 6 Desember 2023), ia ada di peringkat ke-45 dengan $1,05 miliar, dan Forbes waktu itu mengaitkan kenaikannya dengan saham Ace Hardware Indonesia yang naik lebih dari 40% seiring pemulihan penjualan pascapandemi. Di daftar 2024 (terbit 11 Desember 2024), angkanya naik jadi $1,19 miliar, peringkat ke-46 nasional, meski batas minimum masuk daftar tahun itu juga naik jadi sedikit di atas $1 miliar. Di daftar 2025 (terbit 10 Desember 2025), Forbes melaporkan saham yang sama justru anjlok lebih dari 40% di tengah laba yang menyusut, dan namanya tidak ada sama sekali di antara 50 nama itu, padahal batas minimum tahun itu justru turun jadi $920 juta. Pencarian kali ini tidak menemukan angka Bloomberg Billionaires Index yang menyebut namanya secara individual.
| Tanggal | Penerbit | Angka | Konteks |
|---|---|---|---|
| 6 Desember 2023 | Forbes, "Indonesia's 50 Richest 2023" | $1,05 miliar | Peringkat ke-45 nasional; saham naik lebih dari 40% |
| 11 Desember 2024 | Forbes, "Indonesia's 50 Richest 2024" | $1,19 miliar | Peringkat ke-46 nasional |
| 10 Desember 2025 | Forbes, "Indonesia's 50 Richest 2025" | Tidak masuk daftar | Saham anjlok lebih dari 40%; batas minimum daftar turun ke $920 juta |
Kuncoro Wibowo, lahir di Jakarta pada 1956, adalah anak sulung pendiri Kawan Lama Group, Wong Jin, yang memulai usahanya dari toko perkakas kecil di Glodok pada 1955. Kuncoro menjadi presiden komisaris grup sejak 1995 dan membesarkan lini ritelnya lewat lisensi 29 tahun untuk mengoperasikan Ace Hardware Indonesia, bersama jaringan furnitur rumah Informa, merek minuman Chatime, dan Toys Kingdom. Lisensi Ace Hardware berakhir di penghujung 2024, dan perusahaan operasionalnya, yang sahamnya diperdagangkan terbuka di Bursa Efek Indonesia, mengganti sekitar 250 tokonya menjadi AZKO mulai 1 Januari 2025. Berbeda dari beberapa kekayaan konglomerat lain di seri ini, angka yang dilacak Forbes di sini sebagian besar ada di satu perusahaan yang sahamnya terbuka, jadi angkanya bergerak mengikuti harga saham harian yang nyata, bukan model valuasi tertutup.
Dua peristiwa bertanggal menjelaskan arah pergerakannya, meski tidak menjelaskan persis persentase yang dipakai Forbes. Pertama, rebranding itu sendiri: mengakhiri lisensi 29 tahun dan meluncurkan nama baru yang belum dikenal adalah risiko eksekusi yang nyata, dan sahamnya turun pada hari perdagangan pertama setelah nama AZKO diumumkan, menurut Bisnis.com (2 Januari 2025). Kedua, angka keuangannya memang mendukung: laba usaha sepanjang 2025 turun 25,1% jadi Rp874,7 miliar dengan penjualan yang nyaris stagnan di Rp8,64 triliun, menurut IDX Channel, sementara laba bersih kuartal pertama 2025 anjlok 30,9% secara tahunan seiring penjualan gerai sejenis (SSSG) yang masuk zona negatif dan beban karyawan yang melonjak, menurut Indo Premier. Lalu, pada 29 Juli 2026, merek Ace Hardware yang asli benar-benar kembali beroperasi di Indonesia di bawah PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), membuka gerai pesaing di Jakarta Utara, menurut Kompas, pesaing langsung dari merek yang justru digantikan AZKO. Tidak ada sumber yang ditemukan kali ini yang mengaitkan satu peristiwa tertentu secara langsung dengan angka persis di atas 40% yang dilaporkan Forbes; semuanya disebutkan di sini sebagai konteks bertanggal untuk penurunan yang memang dilaporkan Forbes sendiri, bukan penjelasan versi NetWort.
Ini termasuk kekayaan yang lebih mudah diverifikasi dalam seri ini, tapi juga lebih rentan. Karena perusahaan operasionalnya diperdagangkan setiap hari di Bursa Efek Indonesia, harga sahamnya terbuka dan bisa dicek siapa saja, berbeda dengan konglomerat tertutup sepenuhnya seperti profil Husodo Angkosubroto minggu ini. Tapi keterbukaan yang sama itu juga berarti tahun buruk di bisnis ritel tidak bisa disembunyikan diam-diam. Batas minimum daftar Indonesia dari Forbes sendiri justru bergerak ke arah berlawanan pada tahun Kuncoro Wibowo tercoret, dari $1,05 miliar di 2024 menjadi $920 juta di 2025, artinya keluarnya dia dari daftar bukan sekadar karena ambang batas naik. Itu mencerminkan penurunan nyata dan terlapor di bisnis intinya.
Satu merek ritel bisa menambahkan kekayaan seseorang ke daftar orang terkaya nasional di satu tahun, lalu menghapusnya di tahun berikutnya, dan kalau kekayaannya ada di perusahaan terbuka, kamu tidak perlu bocoran dokumen apa pun untuk melihatnya: harga sahamnya bicara langsung. Ini kebalikan dari konglomerat tertutup yang nilainya cuma bisa ditaksir lewat model si penerbit tracker. Untuk mekanisme serupa di seri ini, baca juga:
Halaman market NetWort melacak pergerakan harian perusahaan terbuka seperti ini, jenis penetapan harga yang justru membuat satu nama tercoret, bukan cuma tercatat, di daftar orang terkaya tahun ini.