Kekayaan Larry Ellison: Sempat Tembus US$401 Miliar, kini US$187,7 Miliar dalam 10 Bulan
Baca 5 menit
Baca 5 menit
Seri ini pernah membahas kekayaan Prajogo Pangestu yang susut 64%, dari US$39,5 miliar jadi US$14,3 miliar, hanya dalam enam bulan, karena hampir semua hartanya ada di saham-saham grupnya sendiri. Cerita serupa, dengan skala jauh lebih besar, terjadi tahun ini pada bos teknologi Amerika: kekayaan Larry Ellison, salah satu pendiri Oracle, sempat hilang lebih dari US$200 miliar dalam waktu kurang dari setahun, murni karena harga satu saham.
Per Forbes Real-Time Billionaires 9 Agustus 2026, kekayaan Ellison tercatat US$187,7 miliar, menempatkannya di peringkat ke-8 orang terkaya dunia. Sepuluh bulan sebelumnya, September 2025, tracker yang sama sempat mencatat kekayaannya di US$401 miliar, hanya orang kedua sepanjang sejarah yang tercatat menembus angka itu, dan sempat melampaui Elon Musk sebagai orang terkaya dunia.
| Penerbit | Tanggal | Angka | Peringkat |
|---|---|---|---|
| Forbes Real-Time Billionaires | September 2025 | US$401 miliar (puncak) | 1, sempat lewati Musk |
| Forbes Real-Time Billionaires | 1 Juni 2026 | di atas US$300 miliar | 2, lewati Bezos, Brin, Page |
| Forbes Real-Time Billionaires | 9 Juni 2026 | US$249,7 miliar | 5, di bawah Bezos, Brin, Page |
| Forbes Real-Time Billionaires | 13 Juli 2026 | US$175,2 miliar | 8, di bawah Jensen Huang |
| Forbes Real-Time Billionaires | 9 Agustus 2026 | US$187,7 miliar | 8 |
Tracker lain, Bloomberg Billionaires Index, mencatatnya di US$178 miliar, peringkat ke-7, per 26 Juli 2026 (dilaporkan Benzinga), turun US$69,0 miliar sepanjang tahun berjalan saat saham Oracle anjlok 34% year-to-date. Forbes dan Bloomberg tidak pernah sepakat soal angka atau peringkat persis di satu waktu tertentu, itu temuan tetap seri ini. Tapi keduanya sepakat pada satu hal: kekayaan yang naik lalu jatuh lebih dari US$100 miliar dalam satu tahun yang sama.
Hampir seluruhnya ada di saham Oracle (ORCL). Berdasarkan dokumen SEC Oracle, Ellison memegang sekitar 1,158 miliar lembar saham, sekitar 40,6% perusahaan, per pertengahan 2025 (The Motley Fool, 29 Juli 2026). Oracle belum masuk daftar aset yang bisa ditelusuri di NetWort, jadi hanya disebut namanya dan kodenya di sini.
Dua hal membuat eksposurnya lebih besar dari sekadar persentase saham. Pernyataan proksi Oracle September 2025 mengungkap Ellison menjaminkan 346 juta lembar saham, sekitar 30% dari kepemilikannya, sebagai agunan utang pribadi. Terpisah, pertengahan 2026 Ellison pribadi menjamin US$40,4 miliar dari pembiayaan tawaran Paramount Skydance senilai sekitar US$110 miliar untuk Warner Bros. Discovery, kesepakatan yang dipimpin anaknya sendiri, David Ellison (The Motley Fool dan The Hollywood Reporter, akhir Juli 2026). Regulator persaingan usaha Inggris menyetujui merger ini pada 6 Agustus 2026 (U.S. News), sementara koalisi 12 jaksa agung negara bagian AS menggugat untuk menghentikannya atas dasar antitrust, soal konsentrasi pasar film dan televisi, bukan tuduhan terhadap Ellison secara pribadi (The Motley Fool, akhir Juli 2026).
Cerita AI Oracle yang menggerakkan naik dan turunnya. Saham Oracle sempat menyentuh harga tertinggi intraday sekitar US$250 pada 1 Juni 2026, hari yang sama saat kekayaan Ellison melewati US$300 miliar (Forbes). Dari titik itu, saham Oracle anjlok 47% sampai 13 Juli 2026, ditutup di bawah US$133, di tengah keraguan pasar soal apakah belanja AI Oracle, dan utang yang menopangnya, benar-benar berkelanjutan (Forbes). Penurunan itu saja memangkas sekitar US$124,8 miliar dari angka Forbes Ellison antara 1 Juni dan 13 Juli.
Dalam satu hal, angka ini termasuk yang paling transparan di seri ini: saham Oracle diperdagangkan tiap detik pasar buka, dan kepemilikan Ellison tercatat resmi di dokumen SEC sampai jumlah lembarnya. Tidak ada perusahaan induk privat yang menghalangi publik melihat angkanya, beda dengan kepemilikan Anthoni Salim yang melewati First Pacific yang tercatat di Hong Kong.
Yang membuat angkanya tetap tidak stabil adalah leverage yang ditumpuk di atas kepemilikan yang sudah transparan itu: saham yang dijaminkan, plus jaminan pribadi berbentuk dolar untuk akuisisi perusahaan lain. Kombinasi ini berarti angka kekayaannya bisa bergerak karena laporan laba Oracle, karena putusan soal merger media, atau keduanya sekaligus. Ini beda dengan kasus Jensen Huang, di mana Forbes dan Bloomberg beda pendapat soal apakah saham yayasan ikut dihitung sebagai kekayaannya. Di sini, kedua tracker pada dasarnya sepakat soal apa yang dihitung. Masalahnya, yang dihitung itu terus bergerak dan membawa kewajiban dari luar yang menempel padanya.
Satu saham publik yang sepenuhnya transparan bukan berarti angkanya stabil. Kekayaan Mark Zuckerberg menunjukkan ayunan serupa akibat kekhawatiran belanja AI di 2026, dan Elon Musk, orang yang berkali-kali dilewati dan mengungguli Ellison di headline-headline ini, menunjukkan mekanisme yang sama dalam skala lebih besar lagi. Risiko konsentrasi tidak butuh kerahasiaan atau ketertutupan untuk terasa. Cukup satu posisi jadi bagian terbesar dari portofolio.
Penjelasan risiko konsentrasi portofolio di NetWort membahas persis berapa ongkos dari posisi yang terlalu besar di hari buruk, lengkap dengan contoh hitungan, bukan sekadar angka headline seorang miliarder.