Kekayaan MacKenzie Scott: Sudah Kasih US$26 Miliar, Malah Makin Kaya
Baca 5 menit
Baca 5 menit
Bayangkan kamu menyumbangkan lebih dari separuh tabunganmu selama lima tahun berturut-turut, tapi saldo rekeningmu tetap naik setiap kali kamu cek. Itu yang terjadi pada mantan istri pendiri Amazon, Jeff Bezos, ini. Kekayaan MacKenzie Scott tercatat US$28,6 miliar, menurut daftar World's Billionaires 2026 dari Forbes, tanggal 10 Maret 2026, di peringkat ke-84 dunia. Bloomberg Billionaires Index justru mencatat angka jauh lebih tinggi, US$39,2 miliar, selisih sekitar US$10,6 miliar atau sekitar 37% dari angka yang lebih kecil, salah satu selisih terlebar yang pernah ditemukan seri ini. Yang bikin ini makin aneh: hampir semua kekayaannya cuma satu saham publik yang harganya jelas tiap detik, dan lima tahun terakhir dia justru aktif melepas sahamnya sendiri, baik dijual maupun disumbangkan.
| Penerbit | Tanggal | Angka | Catatan |
|---|---|---|---|
| Forbes, World's Billionaires List 2026 | 10 Maret 2026 | US$28,6 miliar | Ke-84 dunia |
| Bloomberg Billionaires Index | Dikutip sepanjang 2026, tidak ada satu tanggal snapshot yang jelas ditemukan | US$39,2 miliar | — |
Selisih US$10,6 miliar untuk kekayaan yang sebagian besar bentuknya satu saham yang harganya sama-sama bisa dicek dua tracker itu terbilang tidak biasa. Sebagai pembanding, seri ini menemukan selisih Forbes dan Bloomberg untuk Jeff Bezos cuma sekitar 5,9%, dan untuk Warren Buffett cuma 2-3%, padahal kekayaan keduanya juga terkonsentrasi di satu saham publik seperti Scott. Baik Forbes maupun Bloomberg sama-sama tidak menjelaskan rinci apa yang bikin selisihnya sebesar itu khusus untuk Scott.
Kekayaan Scott berasal dari satu peristiwa: perceraiannya dari pendiri Amazon, Jeff Bezos, pada 2019, yang memberinya sekitar 4% saham Amazon, saat itu dilaporkan bernilai sekitar US$36 miliar. Sejak itu dia terus melepas sahamnya, baik lewat penjualan maupun sumbangan langsung, dan lajunya makin cepat belakangan ini. Menurut laporan pengajuan regulator yang diberitakan Bloomberg pada 14 Oktober 2025, Scott memegang 81,1 juta lembar saham Amazon per 30 September 2025, turun 58 juta lembar, sekitar 42%, dibanding setahun sebelumnya, penurunan yang menurut Bloomberg bernilai sekitar US$12,6 miliar pada harga penutupan hari itu. Laporan itu sendiri tidak merinci berapa banyak dari pengurangan itu berasal dari penjualan saham dan berapa dari sumbangan langsung. Bezos tetap yang mengajukan laporan itu atas namanya sendiri dan masih memegang hak suara atas saham milik Scott, ketentuan yang dibawa dari perjanjian cerai mereka.
AMZN sudah terkonfirmasi ada di screener NetWort: /asset/AMZN. Sebagai perbandingan skala, profil Jeff Bezos yang sudah terbit mencatat kepemilikannya di 950 juta lembar saham, 8,8% dari perusahaan, menurut pernyataan proksi Amazon 2026, lebih dari sebelas kali lipat jumlah saham yang masih dipegang Scott.
Sumbangannya juga makin besar. CNBC, melaporkan 13 Desember 2025, mencatat Scott menyumbangkan US$7,17 miliar sepanjang 2025 ke sekitar 225 organisasi lewat platform pemberiannya, Yield Giving, sehingga totalnya sejak 2019 mencapai US$26,3 miliar ke lebih dari 2.700 organisasi. CNBC, mengutip Forbes, menyebut total terbaru ini menempatkan Scott di posisi ketiga terbesar untuk total pemberian sepanjang hidup yang tercatat, di bawah Warren Buffett dan Bill Gates.
Bandingannya dengan pemberian mantan suaminya sendiri cukup mencolok, dan sumbernya berbeda di kedua sisi. Fortune, 26 Februari 2026, melaporkan bahwa sumbangan Scott sebesar US$7,2 miliar dalam satu tahun saja sudah melampaui total pemberian Jeff Bezos sepanjang hidupnya. Terpisah, Fortune, 15 April 2026, mengutip estimasi Forbes bahwa Bezos dan istrinya, Lauren Sánchez Bezos, baru menyumbang total sekitar US$4,7 miliar, kurang dari 2% dari kekayaan bersih Bezos sendiri, sebagian besar lewat komitmen iklim Bezos Earth Fund.
Tapi kekayaan Scott sendiri tidak ikut turun sebesar itu. Laporan Fortune 16 Juli 2026, "The MacKenzie Scott paradox," menjelaskan bagaimana reli harga saham Amazon yang berkelanjutan membuat Scott bisa terus menyumbang dan menjual puluhan miliar dolar saham, sementara sisa sahamnya justru makin bernilai, lebih cepat daripada kecepatan dia melepasnya, sebuah dinamika yang menurut Fortune lebih disebabkan kenaikan harga saham Amazon itu sendiri, bukan karena ada yang berubah dari cara Scott memberi.
Secara struktur, ini seharusnya salah satu kekayaan paling mudah dilacak di seri ini, lebih mirip saham Berkshire Hathaway milik Warren Buffett yang sepenuhnya publik, daripada konglomerat privat. Amazon melaporkan jumlah sahamnya setiap kuartal, dan pengurangan saham Scott juga selalu muncul di laporan regulator bertanggal jelas, bukan sekadar perkiraan kasar. Itu yang bikin selisih sekitar 37% antara Forbes dan Bloomberg terasa ganjil menurut standar seri ini: lebih lebar dibanding selisih tracker untuk Buffett maupun Bezos, padahal kepemilikan Scott sama transparannya dengan mereka. Kemungkinan besar penjelasannya bukan di saham Amazon-nya, tapi di bagian lain: uang tunai dan aset lain hasil lima tahun penjualan dan sumbangan saham bertahap, angka yang terus berubah dan harus ditebak ulang setiap kali tracker membuat snapshot baru, dan tidak satu pun dari dua penerbit itu yang merincinya ke publik.
Scott sudah lima tahun aktif menjual sekaligus menyumbangkan posisi saham yang sangat terkonsentrasi, mungkin usaha paling gigih di seri ini untuk mengurangi risiko satu saham, dan kekayaannya dalam dolar tetap membesar karena saham yang masih dia pegang naik lebih cepat daripada kecepatan dia menguranginya. Ini versi paling tajam dari pelajaran yang sudah diangkat profil Warren Buffett sebelumnya di seri ini: pasar saham yang sedang bullish bisa mengalahkan usaha yang sudah sengaja dan terus-menerus dilakukan untuk mengecilkan satu posisi. Tulisan NetWort soal risiko konsentrasi portofolio membahas apa akibatnya untuk portofolio yang jauh lebih kecil dari milik mantan pemegang saham Amazon ini, dan Explore screener menunjukkan seberapa terkonsentrasi kepemilikanmu sendiri sekarang.