Kekayaan Wang Xingxing: US$16 Miliar dalam Semalam Berkat IPO Unitree, Lalu Susut 40% dalam Seminggu
Baca 6 menit
Baca 6 menit
Video robot anjing yang bisa lari kencang atau robot humanoid yang jalan mirip manusia, yang sering wara-wiri di linimasa media sosial dari Tiongkok, sebagian besar buatan satu perusahaan: Unitree Robotics. Pendirinya, Wang Xingxing, mendadak jadi miliarder dalam satu hari saat Unitree melantai di Bursa STAR Market Shanghai pada 19 Agustus 2026 dan sahamnya sempat melonjak sampai 629% dalam sehari.
Kekayaan Wang Xingxing tercatat US$16 miliar per Forbes pada hari itu juga, menjadikan pria 36 tahun ini orang pertama di Tiongkok yang jadi miliarder lewat bisnis robot humanoid. Dua minggu sebelumnya, kekayaannya baru diperkirakan Forbes sekitar US$2,4 miliar, berdasarkan harga IPO. Angkanya bergerak secepat ia naik: dalam empat hari perdagangan, saham Unitree sudah anjlok lebih dari 40% dari harga tertinggi hari pertama, dan sampai artikel ini ditulis belum ada tracker yang merilis angka kekayaan Wang yang diperbarui.
| Penerbit | Tanggal | Angka | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Forbes | awal Agustus 2026 | US$2,4 miliar | dihitung dari harga IPO 150,80 yuan |
| Forbes (Ywang) | 19 Agustus 2026 | US$16 miliar | hari pencatatan saham, peringkat #189 Forbes Real-Time Billionaires |
Kedua angka ini sama-sama dari Forbes, jadi ini perbandingan sebelum-sesudah yang sah dalam satu tracker, dalam rentang cuma dua minggu. Tidak ada angka dolar dari Bloomberg untuk Wang yang bisa dipastikan tanggalnya sampai run ini selesai. Bloomberg memang menulis soal Wang pada 18 Agustus 2026, sehari sebelum pencatatan saham, tapi isinya soal aturan ekspor baru dari Amerika Serikat terhadap robot buatan Unitree, bukan estimasi kekayaan. Sesuai kebiasaan seri ini, kekosongan itu kami sebutkan apa adanya, bukan diisi dengan tebakan.
Hampir seluruhnya di satu tempat: sahamnya sendiri di Unitree Robotics (Bursa STAR Market Shanghai, kode 688836), perusahaan robotika yang ia dirikan di Hangzhou tahun 2016. Menurut pemberitaan pasar Tiongkok seputar hari pencatatan (The Standard dan Chaincatcher, keduanya 19 Agustus 2026), Wang memegang 86.714.964 lembar saham secara langsung, ditambah sekitar 9,5% kepemilikan tidak langsung lewat Shanghai Yuyi, platform insentif saham karyawan, totalnya sekitar 30% dari seluruh saham Unitree setelah pencatatan. Kode 688836 belum masuk daftar aset kurasi NetWort, jadi di sini hanya disebut namanya tanpa tautan.
Justru proses pencatatan sahamnya sendiri, dengan pergerakan ekstrem. Unitree menetapkan harga IPO di 150,80 yuan (sekitar US$22,30) per lembar pada 6 Agustus 2026, meraup dana sekitar US$905 juta lewat penawaran yang kelebihan permintaan ribuan kali lipat dari investor ritel. Pada 19 Agustus, sahamnya dibuka di 1.100 yuan, premi 629,44% dari harga IPO, sempat membuat valuasi perusahaan tembus 444,9 miliar yuan (sekitar US$66 miliar), sebelum ditutup di 845 yuan pada sesi pertama, naik 460%, dengan kapitalisasi pasar sekitar 342 miliar yuan (sekitar US$50 miliar). Di hari itulah Forbes mencatat angka US$16 miliar untuk Wang.
Setelah itu arahnya berbalik. Sahamnya turun sekitar 18% di hari kedua, menurut Global Times, dan terus melemah: 672,41 yuan pada penutupan 21 Agustus, nilai pasar Unitree turun lebih dari 170 miliar yuan (sekitar US$25,3 miliar) dari puncaknya, menurut BigGo Finance. Empat hari sejak pencatatan, sahamnya sudah di 603,08 yuan, penurunan lebih dari 40% dari harga tertinggi hari pertama, menghapus sekitar 200 miliar yuan (sekitar US$29,8 miliar) nilai pasar, juga menurut BigGo Finance dan Global Times. Sejumlah analis mengaitkan koreksi ini dengan sorotan ulang terhadap valuasi IPO yang sekitar 219 kali laba, dan pada pernyataan Wang sendiri yang memundurkan target "momen ChatGPT" untuk robot humanoid, dari semula satu sampai dua tahun lagi menjadi dua sampai tiga tahun lagi, dalam konferensi pers yang dilaporkan CNBC pada 20 Agustus 2026.
Terpisah, dan belum tercermin di angka mana pun di atas: pemerintahan Trump membatasi penjualan robot humanoid dan robot anjing baru buatan Tiongkok di Amerika Serikat sejak awal 2026, dan FCC bergerak pada Juli 2026 membatasi robot buatan luar negeri dengan alasan keamanan nasional, menurut laporan Bloomberg 18 Agustus 2026. Unitree menyebut aturan ini bisa memengaruhi lebih dari 10% penjualannya yang berasal dari pasar AS.
Lebih sulit dipastikan dibanding hampir semua profil lain di seri ini, tapi karena alasan yang berbeda. Bukan karena kekayaannya disembunyikan, tapi karena angkanya baru berumur seminggu. Profil lain di seri ini biasanya bersandar pada data tracker selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Punya Wang cuma ada satu titik data Forbes yang layak dipakai, dan itu diambil di hari perdagangan paling liar yang pernah dialami saham Unitree: pada momen-momen berbeda di 19 Agustus itu sendiri, valuasi yang tersirat dari harga sahamnya berkisar dari sekitar US$50 miliar sampai US$66 miliar kapitalisasi pasar, rentang yang cukup lebar sehingga angka "yang benar" untuk saham Wang yang 30% itu sangat tergantung menit mana di hari itu yang dipilih.
Dua hal struktural bikin ini makin fluktuatif: float tipis yang sudah disebut di atas, plus kepemilikan gabungan langsung dan tidak langsung sekitar 30% di satu perusahaan saja, konsentrasi satu saham yang sama seperti yang pernah dicatat seri ini pada Larry Ellison, yang sahamnya di Oracle sekitar 40,6% membuat angka Forbes-nya turun dari US$249,7 miliar menjadi US$175,2 miliar hanya dalam enam minggu saat Oracle anjlok 47%.
Tiga hal.
Satu hari perdagangan bukan rekam jejak. Angka US$16 miliar milik Wang, sama seperti semua angka di artikel ini, cuma satu jepretan bertanggal dari Forbes, diambil di hari perdagangan paling ekstrem yang pernah dialami saham Unitree. Jangan baca ini sebagai klaim soal berapa kekayaan Wang hari ini.
Float tipis bikin semuanya berlebihan. Dengan kurang dari 8% saham Unitree yang beredar bebas, berita yang sama bisa menggerakkan harga jauh lebih jauh dibanding pada perusahaan yang sahamnya lebih tersebar. Fakta mekanis ini layak diingat setiap kali saham yang baru melantai mencatat kenaikan tiga digit persen, di pasar Tiongkok atau di mana pun.
Kekayaan yang paling cepat terbentuk biasanya yang paling belum teruji. Saham DCI Indonesia milik Marina Budiman dan angka Forbes maupun Bloomberg milik Changpeng Zhao yang secara terbuka ia bantah sendiri, adalah pembanding paling dekat di seri ini: saham yang terkonsentrasi dan baru dinilai pasar, di mana angkanya bisa berubah miliaran dolar dalam hitungan hari, bukan bulan. Saham Oracle milik Larry Ellison menunjukkan seperti apa pola yang sama setelah perusahaan cukup lama diperdagangkan sampai ayunannya jadi rentang yang lebih terukur.