Kalau di Indonesia air minum dalam kemasan identik dengan Danone-Aqua, di China pemain sejenis adalah Nongfu Spring, produsen air minum terbesar negara itu. Pendirinya, Zhong Shanshan, baru dua tahun lalu sempat diboikot ramai-ramai oleh netizen China gara-gara desain kemasan salah satu produknya dianggap "kebarat-baratan" ke Jepang. Kekayaan Zhong Shanshan kini tercatat US$68,1 miliar per 10 Maret 2026 menurut Forbes, peringkat ke-2 terkaya di China. Lima bulan kemudian, Bloomberg Billionaires Index mencatat angka berbeda: US$59,3 miliar per Agustus 2026, peringkat ke-30 dunia. Selisihnya hampir US$9 miliar, dan muncul tepat di bulan yang sama kedua perusahaannya, air minum dan farmasi, sama-sama mencatat kabar besar.
Angka resminya, dan siapa yang bilang
Daftar Forbes "10 Richest Chinese Billionaires 2026", terbit 10 Maret 2026, menempatkan Zhong Shanshan di peringkat ke-2 China dengan kekayaan US$68,1 miliar, hanya kalah dari pendiri ByteDance, Zhang Yiming, yang tercatat US$69,3 miliar. Bloomberg Billionaires Index, per Agustus 2026, mencatat kekayaan Zhong di angka US$59,3 miliar, peringkat ke-30 dunia. Kedua tracker ini menghitung dua kepemilikan saham yang sama, jadi selisih sekitar US$8,8 miliar ini murni beda pendapat dua penerbit di periode yang berdekatan, bukan perubahan kekayaan dari waktu ke waktu.
Tanggal
Sumber
Angka
Peringkat
10 Maret 2026
Forbes, 10 Richest Chinese Billionaires 2026
US$68,1 miliar
Ke-2 di China
Agustus 2026
Bloomberg Billionaires Index
US$59,3 miliar
Ke-30 dunia
Di mana kekayaannya tersimpan
Zhong lahir 1954 di Hangzhou, putus sekolah saat Revolusi Kebudayaan, sempat jadi buruh bangunan, lalu bekerja sebagai wartawan sebelum mulai berbisnis di Hainan pada 1988. Ia mendirikan Yangshengtang, produsen suplemen kesehatan, pada 1993, lalu Nongfu Spring pada 1996, kini produsen air minum dalam kemasan terbesar China, yang melantai di bursa Hong Kong pada 2020 dengan kode 9633.HK. Bloomberg mencatat Zhong memegang 84,5% saham Nongfu Spring. Terpisah, ia juga mengendalikan Beijing Wantai Biological Pharmacy Enterprise (603392.SH), produsen vaksin dan alat tes diagnostik, lewat kepemilikan langsung plus lewat Yangshengtang yang totalnya 70,92% per 25 Agustus 2026. Baik 9633.HK maupun 603392.SH tidak masuk daftar ticker kurasi NetWort, sudah dicek lewat frontend/scripts/curated-tickers.mjs dan backend/app/services/asset_symbol_service.py, jadi keduanya hanya disebut nama dan kode sahamnya di sini, tanpa tautan aset internal.
Apa yang menggerakkannya belakangan ini
Laporan keuangan interim Nongfu Spring sendiri, dirilis 25 Agustus 2026 dan diliput hari itu juga oleh Bamboo Works, mencatat pendapatan CNY29,7 triliun (sekitar US$4,42 miliar), naik 16% dari tahun sebelumnya, dan laba bersih CNY8,89 triliun, naik 16,6%. Yang mendorongnya bukan air minum, tapi teh: pendapatan minuman teh melonjak 30,1% menjadi CNY13,1 triliun, 44,2% dari total pendapatan, bukti perusahaan sudah pulih dari boikot 2024 di bawah. Di hari yang sama, menurut BigGo Finance dan Futunn, Zhong menyumbangkan 33 juta lembar saham Wantai, setara 2,61% dari total modal perusahaan, senilai sekitar RMB927 juta (US$138,2 juta) berdasarkan harga penutupan hari itu, ke Fujian Xiang'an Innovation Laboratory Science and Technology Development Foundation, membuat kepemilikan langsungnya turun dari 17,71% menjadi 15,10%. Dua minggu kemudian, pada 9 September 2026, Wantai menggelar suntikan perdana dunia untuk Xinkening 9, vaksin HPV sembilan-valen buatan dalam negeri, di Xiamen, menurut laporan Yicai Global dan Futunn.
Seberapa bisa diandalkan angka ini
Berbeda dari konglomerat tertutup sepenuhnya seperti Royal Golden Eagle milik Sukanto Tanoto, kekayaan Zhong tersimpan di dua kepemilikan saham yang terpisah, tercatat di bursa, dan terbuka, satu di Hong Kong dan satu di Shanghai, keduanya diaudit dan diberi harga setiap hari. Seharusnya ini membuat kekayaannya termasuk yang paling mudah dilacak di seri ini. Tapi Forbes dan Bloomberg tetap berselisih hampir US$9 miliar di dua momen pengambilan data yang berbeda, selisih yang kemungkinan besar berasal dari beda tanggal penilaian, konversi mata uang, dan bagaimana masing-masing tracker menimbang saham Wantai dibanding saham Nongfu Spring yang jauh lebih besar, pola selisih yang mirip dengan yang ditemukan seri ini pada kekayaan Jensen Huang dari Nvidia, bukan soal ada informasi yang disembunyikan.
Yang bisa kamu ambil dari sini
Dua perusahaan tercatat di bursa, keduanya diaudit, keduanya diberi harga setiap hari perdagangan, dan dua tracker besar tetap berselisih hampir US$9 miliar. Ini layak diingat sebelum menganggap satu angka "kekayaan bersih" real-time sebagai fakta pasti, bukan sekadar estimasi satu tracker di satu hari tertentu. Untuk kekayaan lain di seri ini yang juga bersumber dari saham tercatat dan sepenuhnya terbuka, baca juga:
Kekayaan Jensen Huang, di mana Forbes dan Bloomberg berbeda pendapat soal cara menghitung saham yang dipegang yayasan keluarganya.
Kekayaan Michael Dell, selisih Forbes-Bloomberg lain di bulan yang sama untuk saham yang sepenuhnya terbuka ke publik.
Kekayaan Zhang Yiming, pendiri ByteDance yang tipis-tipis mengungguli Zhong di daftar China milik Forbes sendiri.