Celsius, BlockFi, dan Genesis Sama-Sama Nawarin Yield Tetap buat Kripto Kamu, dan Ketiganya Sama-Sama Kolaps. Ini Kenapa Lending DeFi Beda Taruhannya
Baca 5 menit
Baca 5 menit
Bayangin di 2022 kamu naruh kripto di sebuah aplikasi yang janji kasih bunga tetap. Suatu pagi, aplikasinya bilang penarikan dihentikan. Itu beneran kejadian ke ratusan ribu orang. Kasus Celsius, BlockFi, dan Genesis kolaps menjatuhkan tiga lender kripto terbesar dalam waktu sekitar enam bulan.
Ketiganya nggak jatuh karena alasan yang sama. Tapi pola jatuhnya mirip: kamu nyerahin koin, mereka minjemin lagi ke pihak lain, dan kamu nggak bisa ngecek apa yang terjadi setelahnya. Di artikel ini kamu bakal lihat gimana masing-masing jatuh, dan kenapa lending DeFi (peminjaman lewat software terbuka di blockchain) itu taruhan yang beda, bukan taruhan yang aman.
Lender terpusat itu perusahaan biasa. Kamu setor kripto. Dia janji bunga, misalnya 8% setahun. Lalu koinmu dipinjamkan ke pihak lain dengan bunga lebih tinggi, dan selisihnya jadi untung dia.
Modelnya mirip bank. Bedanya, bank di Indonesia diawasi regulator dan simpanannya dijamin sampai batas tertentu. Di 2022, lender kripto ini nggak punya bantalan itu, dan kamu juga nggak bisa ngintip isi pinjamannya.
Istilah kuncinya counterparty risk, yaitu risiko pihak di seberang nggak sanggup bayar. Di sini pihak seberangnya adalah si lender, plus siapa pun yang dipinjemin koinmu.
Celsius menghentikan semua penarikan, swap, dan transfer pada 12 Juni 2022 dengan alasan "kondisi pasar ekstrem". Di puncaknya, asetnya lebih dari $20 miliar dan bunga yang ditawarkan sampai 18% (Fortune). Pada 13 Juli 2022 Celsius mengajukan Chapter 11, proses pengadilan AS yang menahan tagihan kreditor sementara perusahaan mencoba direstrukturisasi.
Belakangan, pemeriksa independen yang ditunjuk pengadilan membuka pembukuannya. Temuannya, seperti dilaporkan Benzinga dan Forkast:
Pemeriksanya, Shoba Pillay, menulis: "The business model Celsius advertised and sold to its customers was not the business that Celsius actually operated."
BlockFi jalurnya beda. Perusahaan ini mengajukan Chapter 11 pada 28 November 2022, beberapa minggu setelah bursa kripto FTX bangkrut pada 11 November (Axios).
BlockFi sempat meminjamkan dana ke Alameda Research, perusahaan trading saudara FTX. Di pengadilan, BlockFi menyebut FTX dan Alameda berutang lebih dari $1 miliar: $671 juta pinjaman Alameda yang gagal bayar dan $355 juta yang tertahan di bursa FTX (Decrypt). Dokumen berikutnya menyebut pinjaman ke Alameda $831,3 juta (Benzinga).
Di awal tahun yang sama BlockFi juga kena masalah regulator. Mereka sepakat bayar $100 juta, $50 juta ke SEC dan $50 juta ke 32 negara bagian, karena produk Interest Account berbunganya belum terdaftar sebagai sekuritas (Axios).
Pelajarannya: keamanan sebuah lender cuma sekuat peminjam terbesarnya. Satu peminjam jatuh, lendernya ikut.
Genesis kurang dikenal pengguna biasa, tapi posisinya di bawah produk lain. Pada 16 November 2022 Genesis menghentikan penebusan dan pinjaman baru, dengan alasan "gejolak pasar yang belum pernah terjadi" setelah FTX (Cointelegraph).
Genesis sebenarnya sudah terpukul sejak hedge fund Three Arrows Capital runtuh di Juni 2022. Mereka mengajukan klaim $1,2 miliar terhadap dana itu di kasus kebangkrutannya (laporan Cointelegraph yang sama).
Penghentian ini kena ke pengguna Gemini Earn, produk di mana nasabah Gemini meminjamkan lewat Genesis. Earn sempat mengumpulkan sekitar $900 juta dari 340.000 pengguna (Fortune). Genesis mengajukan Chapter 11 di Januari 2023 dengan utang ke 50 kreditor terbesar sekitar $3,4 miliar, dan Gemini dipiutangi sekitar $766 juta (Bloomberg Law).
Banyak pengguna Earn bahkan nggak tahu Genesis ada. Mereka percaya satu merek, tapi terpapar risiko merek lain.
| Celsius | BlockFi | Genesis | |
|---|---|---|---|
| Distop atau bangkrut | Stop 12 Jun 2022, Chapter 11 13 Jul 2022 | Chapter 11 28 Nov 2022 | Stop 16 Nov 2022, Chapter 11 Jan 2023 |
| Yang dijanjikan | Bunga sampai 18% | Interest Account | Pinjaman, dan Gemini Earn |
| Pemicu utama | Defisit neraca sekitar $1,19 miliar | Pinjaman ke Alameda dan eksposur FTX | Klaim Three Arrows, lalu dampak FTX |
| Yang bisa dilihat nasabah | Hampir nggak ada | Hampir nggak ada | Hampir nggak ada |
Baris terakhir itu intinya. Di ketiganya, nasabah nggak bisa cek koinnya di mana, dipinjam siapa, atau dijaminkan apa.
Di lending DeFi, pemberi pinjamannya adalah smart contract, program di blockchain yang memegang dana dan jalan sesuai aturan tetap. Pinjaman dan jaminan tercatat on-chain, jadi siapa pun bisa cek saldo pool dan rasio jaminan tiap pinjaman kapan saja. Nggak ada neraca privat buat menyembunyikan lubang.
Itu menghapus satu risiko: perantara yang tertutup. Tapi risikonya nggak hilang. Artikel kami soal risiko DeFi lending membahas yang masih bisa salah: jaminan palsu, bug, dan likuidasi berantai. Celsius sendiri bahkan sempat menarik posisinya dari protokol DeFi di Juni 2022 waktu berusaha bertahan.
Jadi perbandingan jujurnya begini. Lending terpusat menyimpan risikonya di dalam perusahaan. Lending DeFi menaruh risikonya di kode publik. Dua-duanya tetap berisiko, tapi cuma satu yang membolehkan kamu ngecek sebelum meminjamkan. Kalau kamu lagi menimbang yield stablecoin, baca juga bunga stablecoin aman atau nggak.
Angka bunga cuma bilang berapa yang bakal dibayar, bukan seberapa besar peluang dia terus dibayar. Lihat dulu gimana aset dasarnya bergerak. Di Explore NetWort kamu bisa filter kripto berdasarkan volatilitas dan maximum drawdown (penurunan terdalam dari puncak), lalu bandingin aset seperti Bitcoin berdampingan sebelum memutuskan apakah yield-nya sepadan dengan gejolaknya.