Nabung atau Return Lebih Penting? Hitungan Rupiah untuk 5 Tahun Pertama
Baca 4 menit
Baca 4 menit
Rina menabung Rp3 juta sebulan, dengan return 4% setahun. Budi menabung Rp1,5 juta sebulan, tapi return-nya 10% setahun.
Lima tahun kemudian, siapa yang uangnya lebih banyak?
Kebanyakan orang menebak Budi. Return lebih tinggi terdengar seperti pemenang. Tapi setelah dihitung, Rina unggul lebih dari Rp80 juta.
Jadi nabung atau return lebih penting? Jawabannya tergantung kamu ada di tahun ke berapa. Di tulisan ini kamu bakal lihat angkanya, dan kapan Budi akhirnya menyusul.
Savings rate adalah bagian penghasilan yang kamu sisihkan. Kalau gajimu Rp10 juta dan kamu menabung Rp2 juta, savings rate-mu 20%.
Return adalah persen pertumbuhan uangmu dalam setahun. Kalau Rp100 juta jadi Rp110 juta, return-nya 10%.
Yang satu soal seberapa banyak uang yang kamu masukkan. Yang lain soal seberapa keras uang itu bekerja setelah masuk.
Ini hitungan NetWort dengan angka rekaan. Bukan ramalan, dan tidak ada produk yang membayar tepat 4% atau 10% setiap tahun.
Keduanya mulai dari nol. Return dihitung per bulan dan langsung diputar lagi. Semua angka sebelum pajak dan biaya.
| Tahun | Rina (Rp3 juta, 4%) | Budi (Rp1,5 juta, 10%) |
|---|---|---|
| 1 | Rp36,7 juta | Rp18,8 juta |
| 2 | Rp74,8 juta | Rp39,7 juta |
| 3 | Rp114,5 juta | Rp62,7 juta |
| 4 | Rp155,9 juta | Rp88,1 juta |
| 5 | Rp198,9 juta | Rp116,2 juta |
Rina unggul jauh di setiap tahun. Di tahun ke-5, tumpukannya lebih besar Rp82,7 juta.
Sekarang lihat dari mana uangnya datang. Rina menyetor sendiri Rp180 juta (60 bulan kali Rp3 juta). Return hanya menambah Rp18,9 juta. Budi menyetor Rp90 juta, dan return menambah Rp26,2 juta.
Jadi uang Budi bekerja lebih keras. Hanya saja modalnya separuh.
Return itu persen. Persen dari tumpukan kecil hasilnya angka kecil.
Di tahun pertama, 10% Budi dihitung dari saldo yang rata-rata sekitar Rp9 juta. Pertumbuhannya cuma sekitar Rp0,9 juta. Return sebagus apa pun tidak bisa menutup modal yang kecil.
Menabung lebih banyak langsung menambah uang. Tambahan Rp1,5 juta sebulan berarti Rp18 juta setahun. Tidak perlu untung-untungan dan tidak perlu menunggu pasar.
Supaya sama dengan Rina di tahun ke-5 (Rp198,9 juta) sambil menabung Rp1,5 juta sebulan, Budi butuh sekitar 29% setahun, setiap tahun, selama lima tahun. Itu bukan rencana yang realistis.
Coba tes yang lebih kecil. Seseorang menabung Rp1,5 juta sebulan dengan return 7% selama lima tahun. Hasilnya sekitar Rp107,4 juta.
Di lima tahun pertama, tambahan tabungan yang kecil mengalahkan kenaikan return satu poin sekitar enam kali lipat.
Jawabannya waktu. Makin besar tumpukanmu, persen yang sama jadi angka yang makin besar.
| Tahun | Rina (4%) | Budi (10%) |
|---|---|---|
| 10 | Rp441,7 juta | Rp307,3 juta |
| 15 | Rp738,3 juta | Rp621,7 juta |
| 19 | Rp1,022 miliar | Rp1,014 miliar |
| 20 | Rp1,100 miliar | Rp1,139 miliar |
Budi menyalip Rina di tahun ke-20. Setelah itu selisihnya melebar cepat, karena return 10% atas tumpukan besar jauh mengalahkan 4% atas tumpukan besar.
Pelajarannya bukan "return tidak penting". Pelajarannya: masing-masing punya musimnya.
Mau lihat efek waktu ini secara terpisah? Baca soal kerugian menunda investasi 5 tahun.
Jangan simpulkan "simpan saja di tempat return rendah selamanya". Keunggulan 4% Rina akan hilang dalam puluhan tahun. Dan 10% Budi tidak dijamin. Return asli naik turun, dan ada tahun yang minus.
Urutan sederhana untuk tahun-tahun awal:
Buka Dashboard NetWort dan lihat nilai portofoliomu dari waktu ke waktu. Lalu tanya satu hal: berapa bagian pertumbuhan ini dari uang yang aku setor, dan berapa dari return? Di beberapa tahun pertama, kemungkinan besar sebagian besarnya dari uang yang kamu setor.