Core dan Satelit: Simpan Sebagian Besar Uangmu yang Membosankan, Mainkan Sisanya
Baca 5 menit
Baca 5 menit
Kamu punya Rp100 juta untuk diinvestasikan. Sebagian dirimu ingin reksa dana indeks yang tenang. Sebagian lagi tergoda sektor yang lagi ramai, satu saham favorit, atau sedikit kripto.
Haruskah memilih salah satu? Tidak. Strategi core satellite bisa mengakomodasi dua-duanya. Sebagian besar uang tetap di bagian yang membosankan. Sebagian kecil disisihkan untuk bagian yang seru. Di sini kamu akan lihat cara kerjanya lewat hitungan nyata, dan di mana strategi ini bisa meleset.
Bayangkan sebuah planet dengan beberapa bulan kecil.
Core adalah planetnya. Ini fondasi portofolio yang besar dan stabil. Sumber yang kami baca menggambarkannya sebagai investasi berbiaya rendah dan tersebar luas, seperti reksa dana indeks, ETF, dan obligasi berkualitas. Reksa dana indeks adalah reksa dana yang meniru sebuah indeks, misalnya IDX30, tanpa berusaha mengalahkannya. ETF adalah reksa dana yang diperdagangkan di bursa seperti saham.
Satellite adalah bulan-bulannya. Ini posisi yang lebih kecil, tempat kamu mengambil pandangan sendiri. Bisa satu sektor, satu tema, beberapa saham pilihan, atau kripto.
Betashares, pengelola dana dari Australia, menjelaskannya begini. Core bertujuan mendapatkan return pasar. Satellite bertujuan mengalahkannya. Apakah satellite benar-benar berhasil, itu soal lain yang kita bahas di bawah.
Tidak ada pembagian baku. Sumber-sumber berbeda pendapat, dan itu penting untuk kamu tahu.
| Sumber | Porsi core | Porsi satellite |
|---|---|---|
| TMX | 60% sampai 80% | 20% sampai 40% |
| My ETF Journey | 70% sampai 90% | 10% sampai 30% |
| ClearTax | 80% sampai 85% | 15% sampai 20% |
Rentang ini kami ambil dari ringkasan hasil pencarian tiap halaman pada 10 Oktober 2026. Tidak ada yang menyebut satu pembagian sebagai standar. Satu benang merahnya: orang yang tidak suka risiko biasanya memilih core yang lebih besar.
Sepanjang artikel ini kita pakai 80/20 sebagai contoh. Ini contoh, bukan saran.
Berikut hitungan NetWort sendiri. Return-nya karangan untuk menunjukkan pola. Bukan prediksi.
Kamu taruh Rp80 juta di core dan Rp20 juta di satellite. Anggap core untung 8% dalam setahun. Itu Rp6,4 juta.
Sekarang tiga kemungkinan untuk satellite:
| Hasil satellite | Satellite jadi | Core jadi | Total portofolio | Return |
|---|---|---|---|---|
| Naik 50% | Rp30 juta | Rp86,4 juta | Rp116,4 juta | +16,4% |
| Turun 40% | Rp12 juta | Rp86,4 juta | Rp98,4 juta | -1,6% |
| Turun 100% | Rp0 | Rp86,4 juta | Rp86,4 juta | -13,6% |
Lihat baris terakhir. Walau satellite jadi nol, portofoliomu turun 13,6%, bukan 100%. Yang hilang Rp13,6 juta dari hasil, bukan seluruh Rp100 juta. Core yang menahan beban.
Lihat juga baris pertama. Untung 50% di porsi 20% mengangkat seluruh portofolio sebesar 10 poin. Taruhannya terasa, tapi tidak menentukan segalanya.
Sekarang bandingkan dengan menaruh seluruh Rp100 juta di core yang untung 8% juga. Hasil akhirnya Rp108 juta.
| Rencana | Kalau satellite naik 50% | Kalau satellite turun 40% |
|---|---|---|
| Semua di core | +8,0% | +8,0% |
| Core dan satellite 80/20 | +16,4% | -1,6% |
Semua di core itu membosankan tapi stabil. Rencana 80/20 untung besar kalau taruhannya berhasil dan rugi sedikit kalau gagal.
Perhatikan yang tidak ditunjukkan tabel ini. Tabel tidak bilang satellite pasti menang. Tabel hanya menunjukkan harga untuk mencoba. Di kolom kedua, harganya 9,6 poin return (8,0% dikurangi -1,6%).
Sering kali tidak. Ini bagian jujur dari strategi ini.
Satellite menambah risiko dan bisa menambah biaya, seperti disebut panduan sebuah broker Afrika Selatan. Biaya reksa dana aktif, biaya transaksi, dan pajak ikut memakan hasil. Kalau pilihan satellite-mu tidak mengalahkan pasar dalam jangka panjang, porsi 20% itu hanya cara yang lebih mahal untuk memegang pasar.
Karena itu banyak orang menganggap satellite sebagai anggaran belajar atau anggaran hiburan. Uang yang boleh salah. Untuk memahami seberapa mirip reksa dana dengan indeksnya, baca penjelasan tracking error reksa dana indeks.
Harga bergerak, jadi 80/20-mu tidak akan tetap 80/20.
Ambil baris pertama tabel tadi. Satellite tumbuh jadi Rp30 juta dari total Rp116,4 juta. Itu sekitar 25,8% portofoliomu, bukan lagi 20%. Risikomu naik pelan-pelan tanpa kamu berbuat apa-apa.
Cara memperbaikinya adalah rebalancing. Artinya menjual sedikit yang sudah naik dan menambah yang tertinggal, sampai kembali ke target. Dua caranya kami bandingkan di rebalancing berdasarkan waktu vs threshold.
Aturan sederhana yang banyak dipakai: cek sekali atau dua kali setahun. Tentukan aturannya sebelum mulai, supaya kamu tidak memutuskan saat sedang euforia.
Beberapa kebiasaan agar satellite tidak mengambil alih:
Bisakah kamu bilang mana holdings yang jadi core dan mana yang jadi satellite?
Buka Holdings di NetWort. Anggap reksa dana indeks atau ETF yang luas sebagai satu kelompok, dan semua sisanya kelompok lain. Lalu jumlahkan masing-masing sebagai persen dari total. Kalau "satellite"-mu ternyata jauh lebih besar dari dugaanmu, itu temuan yang layak kamu benahi.
Untuk latar pasar dan suku bunga yang menggerakkan core-mu, lihat halaman makro.