Dua Portofolio Bisa Punya Max Drawdown yang Sama Persis Tapi Rasanya Beda Banget Pas Beneran Dipegang. Ulcer Index yang Nunjukkin Alasannya
Baca 6 menit
Baca 6 menit
IHSG turun 61% di tahun 2008 dan butuh sekitar 17 bulan dari titik terendah buat balik lagi ke puncak lamanya. Di tahun 2020 dia turun 38% dan cuma butuh sekitar 9,5 bulan buat balik ke level sebelum pandemi (Kompas, Kompas). Penurunan yang lebih kecil malah pulih dalam waktu kurang lebih setengahnya. Kedalaman doang nggak pernah ngasih tau kamu berapa lama kamu harus nahan rugi. Ulcer Index adalah angka yang dibuat buat nangkep dua-duanya sekaligus.
Max drawdown cuma nyatet satu hal: penurunan terburuk dari puncak ke titik terendah setelahnya. Dia nggak ngomongin berapa lama portofolio itu nyangkut di bawah sebelum naik lagi. Dua portofolio bisa punya max drawdown yang sama persis, satu langsung balik dalam hitungan minggu dan satunya lagi nyangkut di bawah selama setahun penuh, dan max drawdown doang nggak bisa bedain keduanya.
Ulcer Index bisa. Di setiap titik waktu sepanjang periode, dia ngukur seberapa jauh portofolio ada di bawah nilai tertingginya sejauh itu, kuadratin persentase itu, rata-ratain semua angka kuadrat itu sepanjang periode, terus akar kuadratin hasilnya.
Ulcer Index = √( rata-rata dari (persentase drawdown di setiap titik)² )
Ngukuadratin itu ngelakuin dua hal sekaligus. Dia ngehukum drawdown yang dalam jauh lebih berat dibanding yang dangkal, penurunan 20% nyumbang enam belas kali lebih besar dibanding penurunan 5%, bukan cuma empat kali, karena angkanya dikuadratin dulu sebelum dirata-rata. Terus karena persentase drawdown portofolio tetap nggak nol di setiap titik selama dia masih di bawah puncak lamanya, pemulihan yang lambat dan nyangkut terus-terusan bakal ngumpulin angka nggak nol itu selama berbulan-bulan, sementara pemulihan cepat cuma nyumbang beberapa angka doang. Kedalaman dan durasi dua-duanya keliatan di satu angka yang sama.
Peter Martin nyiptain Ulcer Index tahun 1987 dan nerbitinnya bareng Byron McCann di buku mereka tahun 1989, The Investor's Guide to Fidelity Funds. Ukuran ini dibikin buat investor reksa dana, orang-orang yang nggak terlalu peduli sama volatilitas mentah reksa dana ke dua arah, tapi lebih peduli sama rasa mules yang spesifik dan berkepanjangan karena liat akunnya nyangkut di bawah puncak lamanya selama berbulan-bulan. Dari situ juga nama indeksnya muncul: stres dari drawdown yang lambat dan nyangkut lama, bukan penurunan tajam sehari doang, itulah yang menurut penciptanya bikin orang sampai kena maag (ulcer).
Max drawdown cuma nyatet satu titik terburuk doang. Calmar ratio bagi return tahunan dengan titik terburuk yang sama itu, yang nunjukkin seberapa besar return yang kamu dapet buat penurunan terdalammu, tapi tetep nggak ngomongin berapa lama kamu harus nahan itu. Dua-duanya bisa identik buat dua portofolio yang sebenernya pengalamannya beda banget waktu beneran dijalanin.
Bayangin dua portofolio hipotetis yang sama-sama kena max drawdown -20% di satu titik sepanjang tahun. Dua-duanya nggak pernah turun lebih dalam dari itu. Nah di sinilah bedanya.
Portofolio A turun 20% di bulan pertama, naik lagi ke -10% di bulan kedua, dan udah nyampe puncak baru di bulan ketiga. Sisa tahunnya, sembilan bulan lagi, dia ada di puncak itu atau lebih tinggi.
Portofolio B juga turun 20% di bulan pertama, tapi nggak pernah bener-bener pulih. Dia habisin dua belas bulan penuh di bawah puncak lamanya, gerak antara -20% sampai -5% sepanjang tahun, dan nutup tahun masih -5% di bawah puncak.
| Portofolio A | Portofolio B | |
|---|---|---|
| Max drawdown | -20% | -20% |
| Bulan di bawah puncak lama | 2 dari 12 | 12 dari 12 |
| Posisi akhir tahun | Puncak baru | Masih -5% di bawah |
| Ulcer Index | 6,45 | 14,59 |
Max drawdown-nya sama persis, tapi Ulcer Index-nya lebih dari dua kali lipat. Calmar ratio yang dihitung dari return tahunan masing-masing portofolio bakal bagi dengan -20% yang sama buat keduanya, jadi hasilnya keliatan sama-sama berisiko kalau cuma liat dari situ. Ulcer Index satu-satunya dari tiga angka ini yang nunjukkin apa yang beneran terjadi setelahnya: penurunan sebentar Portofolio A sama perjalanan setahun penuh Portofolio B itu bukan investasi yang sama buat dipegang, walaupun titik terburuk mereka sama persis.
Ulcer Index nggak punya patokan universal yang pasti, soalnya tergantung jenis aset dan periode yang diukur, tapi perbandingan antara dua portofolio atau reksa dana di periode yang sama itulah yang bikin angka ini berguna. Ulcer Index yang lebih rendah di rentang waktu yang sama artinya kombinasi kedalaman dan durasi rasa sakitnya lebih kecil, entah itu dari penurunan yang lebih dangkal, pemulihan yang lebih cepat, atau dua-duanya. Angka ini selalu dipakai sebagai perbandingan, satu portofolio atau reksa dana lawan yang lain, bukan dibaca sebagai lulus atau gagal berdiri sendiri.
Satu saham yang volatil biasanya bakal punya Ulcer Index jauh lebih tinggi dibanding indeks yang terdiversifikasi, dan reksa dana yang cepet pulih dari setiap penurunan bakal punya Ulcer Index lebih rendah dibanding reksa dana dengan kedalaman penurunan mirip tapi nyangkut lama. Bandingin Ulcer Index reksa dana saham sama reksa dana obligasi jarang ada gunanya, soalnya dua kelas aset itu emang nggak dibikin buat turun dengan cara yang sama dari awal.
Ulcer Index butuh nilai portofoliomu di banyak titik waktu sepanjang periode, masing-masing dibandingin sama puncak berjalannya sendiri sampai titik itu, jadi butuh lebih dari sekadar snapshot sebelum-sesudah. Kartu Portfolio Health NetWort udah ngelacak max drawdown kamu secara real time dari riwayat transaksi asli kamu, tapi belum nggabungin riwayat itu jadi angka Ulcer Index buat kamu.
Yang bisa kamu lakuin sekarang adalah bandingin bentuk drawdown-nya, bukan cuma kedalamannya, di antara aset-aset yang lagi kamu pertimbangin. Screener Jelajah Aset NetWort nampilin Kerugian Terburuk dan Gejolak tiap aset berdampingan, jadi kamu bisa langsung liat apa aset dengan penurunan terburuk yang lebih kecil itu juga lebih tenang buat beneran dipegang, atau ternyata dia cuma turun nggak sedalam itu tapi tetep nyangkut di bawah sama lamanya. Dua aset bisa punya angka penurunan terburuk yang mirip tapi jadi investasi yang beda banget buat dijalanin, itu persis celah yang dibahas di artikel ini. Kalau kamu mau liat gambaran besarnya dulu sebelum ngecek aset satu-satu, halaman market NetWort ngelacak sentimen dan volatilitas IDX, saham AS, dan kripto sekaligus, jadi kamu bisa liat apa pergerakan hari ini keliatan kayak penurunan sebentar atau awal dari yang bakal lama.