Program Makan Bergizi Gratis Punya Anggaran Sendiri. Ini Perbandingannya dengan Belanja Lain
Baca 4 menit
Baca 4 menit
Anggaran makan bergizi gratis (MBG) di APBN 2026 awalnya Rp335 triliun. Itu lebih dari lima kali lipat belanja program ini tahun sebelumnya.
Lalu angkanya bergerak. Di tengah tahun dipangkas jadi Rp268 triliun, dan belakangan jadi Rp229 triliun.
Di artikel ini kita lihat anggaran makan bergizi gratis APBN 2026 dengan angka sederhana. Seberapa besar dibanding pendidikan, kesehatan, dan pertahanan? Berapa yang sudah terpakai? Kita tidak memihak. Kita hanya kumpulkan angkanya di satu tempat.
Total belanja negara di APBN 2026 adalah Rp3.842,7 triliun, menurut Kontan. Dari situ, pemerintah menyiapkan Rp335 triliun untuk MBG, seperti dilaporkan Antara. Sasarannya sekitar 82 juta penerima.
Katanya realisasi 2025 hanya Rp51,5 triliun. Angka ini kami lihat dari ringkasan berita, bukan dokumen anggaran, jadi anggap sebagai perkiraan.
Angka besar tidak berarti banyak kalau berdiri sendiri. Jadi di bawah ini tiap pos kita bandingkan dengan total belanja Rp3.842,7 triliun. Persentasenya hitungan kami sendiri dari angka yang dilaporkan.
| Pos belanja (2026) | Nilai | Porsi dari total belanja |
|---|---|---|
| Pendidikan | Rp757,8 triliun | sekitar 19,7% |
| Pertahanan | Rp424 triliun | sekitar 11,0% |
| Subsidi energi | Rp402,4 triliun | sekitar 10,5% |
| MBG, anggaran awal | Rp335 triliun | sekitar 8,7% |
| Kesehatan | Rp244 triliun | sekitar 6,3% |
| Koperasi desa dan UMKM | Rp181,8 triliun | sekitar 4,7% |
Angka per pos berasal dari pemberitaan prioritas APBN 2026, termasuk Bisnis.com. Beberapa pos bisa tumpang tindih, jadi jangan dijumlahkan.
Dengan angka awal, MBG lebih besar dari pos kesehatan. Nilainya sekitar 44% dari pos pendidikan.
Di sini sering bikin bingung. Sebagian dana MBG dihitung sebagai anggaran pendidikan.
Indonesia wajib mengalokasikan 20% belanja untuk pendidikan. Menurut laporan, sekitar Rp223,5 triliun dari pos pendidikan ada di Badan Gizi Nasional (BGN), pelaksana MBG. Itu sekitar 47,5% dari Rp470,4 triliun dana pendidikan yang dikelola pemerintah pusat.
Jadi saat kamu dengar "pendidikan dapat Rp757,8 triliun", sebagian besarnya ternyata makan, bukan ruang kelas. Angka ini dari laporan Bisnis.com yang kami lihat lewat ringkasan pencarian saja.
Rp335 triliun di awal tidak bertahan. Laporan menyebut dua kali pemangkasan:
Di Rp229 triliun, program ini punya sekitar 68% dari anggaran awalnya. Selisihnya Rp106 triliun, hitungan kami sendiri. Menteri Keuangan juga disebut membuka kemungkinan penghematan lagi. Kami tidak menemukan angka final, jadi Rp229 triliun adalah yang terbaru yang bisa kami cek.
Realisasi biasanya tertinggal dari anggaran. Dua titik data yang kami temukan:
Ada satu laporan lain yang menyebut Rp177 triliun per 27 Agustus. Angka itu tidak cocok dengan dua di atas, jadi kami tidak pakai. Pagu yang disebut juga berbeda (Rp229 dan Rp218,77 triliun). Sampai pemerintah merilis satu angka yang sudah direkonsiliasi, porsi yang terpakai belum bisa dipastikan.
Buat investor, intinya bukan soal MBG bagus atau tidak. Yang penting: seberapa lega ruang anggarannya.
Pos baru yang besar, saat pendapatan negara terbatas, menambah tekanan. Tekanannya muncul di defisit dan jumlah obligasi yang harus diterbitkan. Rantai ini kami bahas di pengaruh defisit APBN ke yield obligasi. Beban bunga utang adalah tekanan lain, dibahas di berapa persen pendapatan negara habis buat bunga utang.
Pemangkasan juga punya arti. Belanja yang lebih kecil meringankan defisit. Tapi itu berarti rencana awal tidak dijalankan penuh.
Mau pantau sisi makronya sendiri? Buka halaman makro NetWort, lalu lihat yield obligasi 10 tahun Indonesia dan suku bunga BI. Kalau kekhawatiran soal anggaran membesar, yield biasanya yang pertama bergerak.