Lunasin Utang Dulu atau Investasi Dulu? Bandingin Bunga Aslinya Sama Return Aslinya
Baca 6 menit
Baca 6 menit
Misalnya kamu baru dapat rezeki nomplok Rp20.000.000, dari bonus, THR, atau tabungan yang akhirnya kekumpul. Di sisi lain, masih ada cicilan pinjaman yang tiap bulan kena bunga. Lunasin utang dulu atau investasi dulu? Nasihat umum bilang "selalu lunasin utang dulu," tapi nasihat itu ngelewatin satu angka yang sebenarnya nentuin jawabannya: seberapa besar bunga utangmu itu sendiri, dibandingin sama return yang bener-bener bisa kamu andalkan, bukan yang cuma diasumsikan.
Lunasin pinjaman lebih cepat itu ngelakuin satu hal spesifik: bikin kamu berhenti bayar bunga pinjaman itu, selama sisa waktu yang harusnya kamu jalani kalau utangnya diteruskan. Bunga yang nggak jadi kamu bayar itu sebenarnya return, dan itu return yang paling deket sama "pasti," karena udah tertulis jelas di perjanjian pinjamanmu. Kalau uangnya diinvestasikan, itu baru menang kalau return aslinya, yang beneran kejadian selama periode yang sama, lebih besar dari bunga pinjaman itu. Return investasi nggak pernah pasti, sepintar apapun analisis di baliknya kelihatannya.
Jadi intinya, keputusan ini soal bandingin satu angka yang bisa kamu kunci, sama satu angka yang nggak bisa kamu kunci.
Nggak semua utang harganya sama, dan bedanya lebih jauh dari yang banyak orang kira.
| Jenis utang | Bunga umumnya | Kira-kira, per tahun |
|---|---|---|
| Paylater (Kredivo, Akulaku, ShopeePayLater) | 2,95% sampai 6% per bulan, flat | Sekitar 35% sampai 72%, lihat hitungan lengkapnya di sini |
| Kartu kredit | Dibatasi maksimal 1,75% per bulan oleh Bank Indonesia | Sampai 21%, batas yang dikonfirmasi masih berlaku per 18 Agustus 2026 (CNBC Indonesia) |
| KTA CIMB Niaga Xtra Dana | 0,88% sampai 1,79% per bulan, flat | Kira-kira 11% sampai 21%, belum termasuk efek bunga flat di bawah |
| KTA BCA Personal Loan | 1% sampai 1,07% per bulan, flat | Kira-kira 12% sampai 13%, belum termasuk efek bunga flat di bawah |
| KPR, bunga promo yang diiklankan bank | Sering rendah di tahun-tahun awal, terus naik bertahap, misalnya satu contoh yang banyak diiklankan tahun 2026: 3,96% untuk tahun 1-3, lalu 8,66%, lalu 9,66% | Murah di awal, biasanya nggak murah lagi setelahnya |
| KPR FLPP, subsidi pemerintah | 5% per tahun, fixed selama seluruh tenor | 5%, dan nggak bisa naik |
Ada dua hal yang perlu diperhatikan. Pertama, sebagian besar utang konsumtif yang paling umum di Indonesia, paylater dan kebanyakan KTA, punya biaya tahunan asli yang susah banget dikalahkan portofolio mana pun secara konsisten tiap tahun. Kedua, KPR bersubsidi lewat program FLPP pemerintah harganya jauh di bawah itu: Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mengonfirmasi per Juni 2026 kalau bunga fixed FLPP tetap 5% per tahun selama seluruh masa pinjaman, sekarang bisa sampai 40 tahun, buat masyarakat berpenghasilan rendah yang memenuhi syarat, angka yang juga dilaporkan Kompas (29 Juni 2026) dan Medcom. Kalau kamu masih nentuin seberapa besar KPR yang mau diambil, cek dulu berapa yang sanggup dibayar sesuai gajimu sebelum sampai ke pertanyaan lunasin-atau-investasi ini.
Misalnya Rp20.000.000 rezeki nomplok itu ada di samping cicilan KTA gaya CIMB Niaga Xtra Dana, bunga 1,5% per bulan flat, sisa tenor 12 bulan, persis di tengah kisaran bunga yang diiklankan produk itu.
Sekarang bandingkan sama yang beneran kejadian, bukan proyeksi, di dua periode nyata yang tercatat di IHSG (indeks acuan saham Indonesia):
Bunga pinjaman yang sama, 18% per tahun, dua periode nyata yang sama-sama lebih dari delapan bulan, dua jawaban yang bertolak belakang, dan nggak ada satupun yang bisa diketahui sebelumnya. Itu risiko sebenarnya yang kamu ambil setiap kali "mendingan investasi aja" dianggap jawaban otomatis.
Gabungin dua hal di atas, dan polanya kelihatan. Buat utang dengan bunga kayak paylater, kebanyakan kartu kredit, atau KTA biasa, kira-kira 20% per tahun ke atas, nggak ada portofolio terdiversifikasi yang punya cara realistis dan bisa diulang buat ngalahin angka itu tiap tahun. Lunasin utangnya hampir setara return bebas risiko di atas 20%, dan nggak ada hal lain di daftar ini yang nawarin itu dengan kepastian.
Buat utang kayak KPR bersubsidi FLPP dengan bunga fixed 5% per tahun, gambarannya jauh lebih dekat. Batas 5% itu pernah dilewatin portofolio saham di beberapa periode terakhir, gampang banget di 2025, tapi meleset jauh di periode lain, kayak delapan bulan pertama 2026 di atas. Nggak ada jawaban umum yang jujur buat celah itu. Perbandingan yang benar bukan bunga pinjamanmu lawan "rata-rata pasar" yang cuma diasumsikan, tapi bunga pinjamanmu lawan apa yang beneran terjadi di portofoliomu sendiri.
Dashboard NetWort ngitung return tahunan asli portofoliomu, muncul sebagai IRR di kartu Portfolio Health, berdasarkan transaksi yang beneran kamu catat, bukan asumsi indeks umum. Kamu juga bisa cek kondisi IHSG dan pasar di situ sebelum bandingin. Buka IRR aslimu, taruh di samping bunga tahunan asli pinjamanmu dari tabel di atas, dan pertanyaan "lunasin utang dulu atau investasi dulu" berhenti jadi tebakan, jadi perbandingan langsung dua angka yang bisa kamu lihat sendiri.