Kekayaan Amancio Ortega: Pensiun dari Zara Sejak 2011, Forbes Sendiri Beda Pendapat soal Peringkatnya
Baca 6 menit
Baca 6 menit
Kalau kamu pernah mampir ke gerai Zara di mal mana pun, kamu sudah pernah menyentuh sepotong kecil kerajaan bisnis Amancio Ortega, meski orangnya sendiri sudah tidak punya jabatan resmi apa pun di perusahaan itu sejak 2011.
Kekayaan Amancio Ortega tercatat $140,7 miliar, per Forbes Real-Time Billionaires, per 9 September 2026, menempatkannya di peringkat ke-11 orang terkaya dunia. Pendiri Zara ini membangun kekayaannya dari satu perusahaan, Industria de Diseño Textil (Inditex), yang dia bawa ke bursa saham pada 2001 dan sampai sekarang masih dia kuasai sekitar 59% sahamnya lewat perusahaan induk miliknya sendiri. Dia sudah tidak menjabat posisi eksekutif apa pun di sana sejak mundur dari kursi chairman pada 2011, dan putrinya, Marta Ortega, sudah menjabat chairwoman Inditex sejak 2022. Meski begitu, di bulan yang sama Forbes menempatkannya di peringkat 11, laporan Forbes yang lain justru menempatkannya satu peringkat lebih tinggi.
| Sumber | Waktu | Angka | Catatan |
|---|---|---|---|
| Forbes Real-Time Billionaires | 9 September 2026 | $140,7 miliar | Peringkat 11 dunia |
| Forbes, "The Top 10 Richest People In The World" | September 2026 | Hanya peringkat | Kekayaannya dilaporkan naik $5 miliar, dari peringkat 12 ke 10 |
| Bloomberg Billionaires Index | Halaman profil langsung | Tidak ada angka bertanggal | Konfirmasi Bloomberg memang melacaknya, dengan kepemilikan sekitar 59% Inditex |
Angka Forbes Real-Time Billionaires ini yang kami anggap sebagai fakta di artikel ini, karena tanggalnya jelas, $140,7 miliar pada 9 September 2026, turun sekitar $4,4 miliar dari sesi perdagangan sebelumnya menurut data perubahan real-time Forbes sendiri. Di sisi lain, Forbes juga menerbitkan laporan September 2026 tentang sepuluh orang terkaya dunia yang menyebut kekayaan Ortega naik $5 miliar, cukup untuk membawanya dari peringkat 12 ke 10. Riset untuk artikel ini tidak berhasil menemukan angka dolar pasti yang menyertai peringkat itu selain angka real-time di atas, jadi yang kami cantumkan di sini hanya pergerakan peringkatnya, bukan totalnya, kehati-hatian yang sama yang selalu kami pakai kalau sebuah angka tidak bisa dipastikan sumbernya. Bloomberg juga punya halaman profil Billionaires Index sendiri untuk Ortega, tanda dia memang dilacak Bloomberg, dengan kepemilikan sekitar 59% Inditex disebutkan di sana, tapi kami tidak menemukan angka kekayaan bertanggal khusus dari Bloomberg untuknya.
Ortega memegang sahamnya di Inditex, sekitar 59%, lewat dua perusahaan induk berbasis di Arteixo, Spanyol, yaitu Pontegadea Inversiones dan Partler, menurut halaman profil Bloomberg Billionaires Index, sebuah data langsung tanpa tanggal pasti, bukan pengungkapan resmi di satu hari tertentu. Inditex (kode saham ITX) hanya tercatat di Bursa Efek Madrid. Satu-satunya akses lewat pasar AS adalah ADR over-the-counter yang tidak disponsori resmi, IDEXY, dengan rasio lima ADR per satu lembar saham biasa, dan tidak tercatat di NYSE maupun Nasdaq. Kedua kode saham ini tidak ada dalam daftar aset kurasi NetWort, jadi artikel ini tidak menautkan ke halaman aset mana pun.
Sahamnya di Inditex hanya sebagian dari cerita. Sejak membawa Inditex ke bursa, Pontegadea sudah menghabiskan sekitar $24 miliar untuk membeli 216 properti di hampir 100 pasar berbeda, dan cuma menjual 10 di antaranya, membentuk apa yang oleh Forbes (Giacomo Tognini, 10 April 2026) disebut portofolio properti privat terbesar di dunia, bernilai sekitar $25 miliar. Idealista secara terpisah menyebut angka yang sama, sekitar $25 miliar, kurang dari dua minggu kemudian, pada 23 April 2026. Kerajaan properti ini berjalan berdampingan dengan sahamnya di Inditex, bukan bagian yang otomatis masuk ke angka utama pelacak kekayaan mana pun sejauh yang bisa kami pastikan.
Inditex sendiri membayarkan dividen rekor untuk Ortega di 2026. Perusahaan menaikkan pembayaran dividen 4% menjadi €1,75 per lembar saham, yang berarti sekitar €3,2 miliar untuk Ortega pribadi, menurut Nairametrics (12 Maret 2026). Pontegadea punya kebiasaan yang sudah lama tercatat, yaitu langsung memutar dana dividen itu ke properti. Beberapa bulan setelah pembayaran itu, Pontegadea membayar £150 juta, sekitar $202 juta, untuk sebuah blok apartemen sewa di Baker Street, London, transaksi yang rampung Februari 2026 tapi baru terlihat publik pada Agustus, menurut The Olive Press (19 Agustus 2026). Bloomberg sebelumnya melaporkan, pada 18 Juli 2025, bahwa aksi belanja properti Eropa yang serupa sebagian didorong keinginan mengurangi paparan pajak kekayaan di Spanyol, pola yang sepertinya masih berlanjut sampai 2026, bukan kejadian sekali saja.
Lebih sulit dipastikan dari yang terlihat. Forbes sendiri menerbitkan setidaknya dua produk yang beda pendapat soal peringkat Ortega di bulan yang sama: Real-Time Billionaires menempatkannya di peringkat 11 pada 9 September 2026, sementara laporan Forbes lain tentang sepuluh orang terkaya dunia menempatkannya di peringkat 10, tanpa angka dolar yang bisa kami pastikan sendiri. Ini beda dengan selisih $48 miliar antara Forbes dan Bloomberg pada kasus Alice Walton; di sini dua produk dari penerbit yang sama, dengan jadwal pembaruan berbeda, justru tidak sepakat satu sama lain. Ditambah lagi, Ortega sudah tidak menerima gaji atau kompensasi eksekutif dari Inditex sejak 2011, dan kerajaan properti senilai $25 miliar yang kemungkinan ikut memengaruhi angka akhir versi pelacak mana pun sifatnya privat, tidak mempublikasikan nilai hariannya seperti harga saham Inditex.
Perjalanan Ortega justru kebalikan dari kebanyakan tokoh di seri ini: seorang pendiri yang membangun satu perusahaan, membawanya ke bursa, lalu menghabiskan lima belas tahun berikutnya mengubah dividennya jadi kelas aset lain yang sama sekali berbeda dan tidak likuid, alih-alih terus memimpin bisnis hariannya. Bentuknya mirip dengan kekayaan ritel Alice Walton dan Djoko Susanto, sama-sama bertumpu pada satu saham yang dipegang lama dengan pelacak kekayaan yang rutin beda pendapat soal totalnya, dan juga mirip Linda Hasenfratz di Linamar, tempat keluarga pendiri tetap menjalankan operasional sehari-hari satu generasi kemudian. Fitur screener aset NetWort bisa melacak satu bagian dari cerita seperti ini yang harganya bergerak tiap hari, yaitu saham perusahaan terbuka, meski kekayaan di baliknya juga tersimpan di tempat yang tidak pernah dihargai pasar mana pun, seperti buku properti privat.