Kekayaan Françoise Bettencourt Meyers: $100 Miliar, Tapi Masih Kalah dari Alice Walton
Baca 5 menit
Baca 5 menit
Minggu ini seri kita membahas Marina Budiman, perempuan terkaya di Indonesia versi Forbes. Coba naik satu tingkat ke skala dunia, dan kamu bakal ketemu sesuatu yang menarik: kekayaan Françoise Bettencourt Meyers tercatat $100 miliar, menurut daftar Forbes World's Billionaires 2026 yang terbit 10 Maret 2026, satu-satunya perempuan lain yang pernah dicatat Forbes menembus angka $100 miliar selain pewaris Walmart, Alice Walton. Tapi meski angkanya sebesar itu, Bettencourt Meyers tetap bukan perempuan terkaya di dunia. Gelar itu masih dipegang Alice Walton, yang angka Forbes-nya jauh lebih tinggi di minggu yang sama. Kekayaan Bettencourt Meyers diwarisi dari L'Oréal, perusahaan kosmetik yang didirikan kakeknya, dan sampai sekarang nilainya masih hampir seluruhnya bergantung pada harga satu saham yang tidak pernah dia jual.
| Penerbit | Tanggal | Angka | Peringkat |
|---|---|---|---|
| Forbes World's Billionaires List | 10 Maret 2026 | $100 miliar | Ke-20 dunia |
| Forbes Real-Time Billionaires | 23 April 2026 | $94,4 miliar | Ke-20 dunia |
| Bloomberg Billionaires Index | 14 Juni 2026 | $97,9 miliar | Ke-20 dunia |
Daftar tahunan Forbes, dihitung berdasarkan harga saham per 1 Maret 2026, menempatkannya di $100 miliar, naik sekitar $18,4 miliar dari daftar 2025, dan memasukkannya ke kelompok yang Forbes sendiri sebut "$100 Billion Club," cuma 20 orang di seluruh dunia. Tracker real-time Forbes sendiri menunjukkan $94,4 miliar tujuh minggu kemudian, dan indeks terpisah Bloomberg menunjukkan $97,9 miliar pertengahan Juni, dua-duanya di sekitar angka tahunan Forbes tapi tidak sama persis dengan angka itu atau dengan satu sama lain. Sesuai aturan tetap seri ini, kami tidak menggabungkan angka Forbes dan Bloomberg jadi satu perbandingan sebelum-sesudah. Di dalam daftar tahunan Forbes saja, dia dan Alice Walton adalah satu-satunya dua perempuan di atas $100 miliar, tapi angka Walton di minggu yang sama puluhan miliar lebih tinggi. Jadi "terkaya kedua di dunia" lebih akurat sebagai judul dibanding "terkaya".
Hampir semuanya ada di satu tempat: sekitar 34,7% sampai 34,79% saham L'Oréal yang dipegang keluarga Bettencourt Meyers, menurut dokumen keterbukaan L'Oréal sendiri, angka terbaru per akhir 2025. L'Oréal tercatat di Euronext Paris dengan kode OR, belum ada di screener NetWort, jadi disebut di sini tanpa tautan. Sahamnya bukan dipegang langsung atas nama Bettencourt Meyers, tapi lewat Téthys Invest, perusahaan induk keluarga privat yang dia dirikan bersama suaminya yang sudah meninggal, Jean-Pierre Meyers, pada 2016. Dia mundur dari jajaran direksi L'Oréal pada 2025 setelah 28 tahun menjabat, termasuk enam tahun sebagai wakil ketua; putranya, Jean-Victor Meyers, sekarang menempati kursi itu.
L'Oréal melaporkan penjualan kuartal pertama 2026 naik 7,6% pada 23 April 2026, melampaui ekspektasi analis, dan sahamnya langsung melompat, ditutup naik sekitar 8,2% ke €373,20. Forbes memperkirakan lompatan satu hari itu menambah $6,1 miliar ke kekayaan Bettencourt Meyers, cukup untuk mendorongnya melewati Mukesh Ambani dari Reliance di posisi ke-20 daftar real-time Forbes hari itu juga (Forbes, Siladitya Ray, 23 April 2026). Ini pergerakan yang bersih, satu sebab, satu hari, di dalam tracker satu penerbit saja, jenis lompatan yang terus muncul di seri ini setiap kali kekayaan seseorang bertumpu pada satu saham yang sensitif terhadap laporan laba.
L'Oréal termasuk aset yang paling transparan yang bisa dijadikan dasar sebuah kekayaan: perusahaan publik penuh, diawasi regulator Prancis, dengan harga saham yang bergerak setiap detik selama bursa Paris buka. Ini membuat kasusnya lebih dekat ke saham Meta milik Mark Zuckerberg atau saham Oracle milik Larry Ellison, dibanding apa pun yang sepenuhnya privat di seri ini. Yang ada di antara saham publik itu dan angka pribadinya adalah Téthys, kendaraan induk keluarga yang tidak tercatat di bursa dan tidak punya kewajiban keterbukaan soal bagaimana sahamnya dibagi di antara anggota keluarga. Ini mirip secara struktural dengan kekayaan Robert Budi Hartono, perusahaan induk privat (Dwimuria) yang berdiri di atas satu saham yang sepenuhnya publik dan terbuka (BCA). Di kedua kasus, aset dasarnya setransparan mungkin sebuah saham bisa; lapisan yang langsung membungkus orangnya yang tidak, dan itu saja kemungkinan besar cukup menjelaskan selisih beberapa miliar dolar antar-tracker tanpa perlu ada ketidaktransparanan apa pun di level perusahaan operasionalnya.
Bahkan aset dasar setransparan mungkin, saham blue-chip Prancis yang dipegang luas dan rutin dilaporkan, tetap menghasilkan tiga angka berbeda tergantung tanggal dan penerbitnya, karena ada perusahaan induk keluarga yang berdiri di antara saham itu dan angka yang jadi berita. Pelajarannya bukan berarti L'Oréal tidak transparan. Pertanyaan "seberapa terbuka perusahaannya" dan "seberapa terbuka kepemilikan orang itu di perusahaannya" adalah dua pertanyaan yang berbeda, dan daftar orang terkaya biasanya cuma menjawab yang pertama dengan jelas.
Penjelasan NetWort tentang risiko saham terlalu besar di portofolio membahas apa yang terjadi pada volatilitas portofolio kalau satu posisi mendominasi, lengkap dengan contoh perhitungan. Ini berlaku langsung untuk kekayaan siapa pun di seri ini: berapa pun miliaran dolarnya, tetap saja itu harga satu saham dikali kepemilikan satu keluarga di dalamnya.