Kebanyakan Mobil Turun Harga Begitu Keluar Diler. Segelintir Mobil Klasik Malah Naik Harga
Baca 6 menit
Baca 6 menit
Mobil biasa di Indonesia turun harga 15% sampai 25% setiap tahun. Kalau mobil listrik, penurunannya bisa 35% sampai 60% per tahun. Itu bukan perkiraan asal, itu memang rata-rata yang terjadi ke hampir semua mobil yang ada di jalan. Tapi coba datang ke acara kumpul mobil klasik, kamu bakal lihat Mercedes tua umur 40 tahun atau Land Cruiser lecet-lecet dijual lebih mahal dari harga barunya dulu. Dua-duanya sama-sama benar. Mobil klasik naik harga itu nyata, tapi cuma berlaku buat sebagian kecil mobil lawas, bukan semua mobil yang sudah tua. Ini yang sebenarnya membedakan keduanya.
Mobil mulai kehilangan nilainya begitu keluar dari diler, dan terus turun setiap tahun sesudahnya. Kompas melaporkan pada Januari 2025 bahwa mobil bekas di Indonesia biasanya turun 15% sampai 25% per tahun di lima tahun pertama, jadi setelah lima tahun mobil rata-rata cuma bernilai 35% sampai 50% dari harga barunya. Mobil listrik turun lebih cepat lagi, biasanya 35% sampai 60% per tahun, menurut data pasar OLXmobbi yang dikutip Suara.com Otomotif pada Maret 2026. Fitur Holdings di NetWort sendiri sudah mencerminkan kenyataan ini: mobil yang kamu catat di kategori aset manual Kendaraan otomatis turun -10% per tahun kalau tidak kamu ubah, angka tengah yang cukup masuk akal buat mobil bensin biasa (lihat rincian penurunan harga mobil per merek buat angka lengkapnya per model).
Itu kondisi dasar buat hampir semua mobil yang pernah dibuat. Mobil klasik naik harga, di mana trennya justru berbalik, adalah pengecualian, dan pengecualiannya sempit.
Nggak ada definisi hukum yang baku, tapi kebiasaan yang dipakai kebanyakan diler dan kolektor di Indonesia adalah mobil yang dibuat lebih dari 20 tahun lalu. Umur tua saja cukup buat masuk kategori "klasik." Tapi umur tua saja nggak bikin harganya naik. Kebanyakan mobil umur 20 tahun ya cuma mobil bekas biasa, sparepart-nya susah dicari, biaya rawatnya lebih mahal, dan nilainya tetap lebih rendah dibanding mobil baru yang lebih irit dan lebih aman. Mobil yang benar-benar naik harga punya ciri yang jauh lebih sempit: dulu langka atau punya arti penting waktu masih baru, riwayatnya jelas dan sparepart-nya masih orisinal, dan ada pasar kolektor yang aktif dan terorganisir buat model itu.
Bukti paling jelas soal betapa sempitnya pengecualian ini datang dari Wealth Report 2026 milik Knight Frank, yang melacak mobil klasik sebagai satu dari sepuluh kategori di Luxury Investment Index-nya. Dalam sepuluh tahun terakhir, mobil klasik sebagai kelas aset naik sekitar +58,9%, kalah dari wiski langka (+191,7%), furnitur (+140,9%), dan jam tangan (+125,1%), cuma sedikit di atas karya seni (+54%). Indeks gabungan sepuluh kategori itu sendiri cuma turun tipis -0,4% di tahun 2025, setelah turun lebih dalam -2,7% di 2024 dan -3,3% di 2023, pasar yang mulai stabil tapi masih lesu, bukan lagi booming.
Hagerty, perusahaan asuransi mobil klasik yang indeks harganya paling banyak dipantau di industri ini, cerita hal yang sama dari sudut berbeda. Affordable Classics Index mereka, yang melacak segmen mobil klasik yang lebih terjangkau, turun 1% sejak akhir 2025 dan 4% dalam setahun terakhir, melanjutkan tren melemah dari puncak tertingginya di 2024. Sampai pertengahan 2026, Hagerty Market Rating mereka yang lebih luas ada di kisaran 58 sampai 59 dari skala 100, masih jauh di bawah puncaknya di 2022. Artinya, di dalam kategori "mobil klasik" sendiri, segmen yang biasa-biasa saja juga ikut kehilangan nilai.
Yang masih naik kencang cuma segelintir mobil kelas atas: model langka dan penting secara sejarah dengan dokumentasi yang lengkap. Sebuah Mercedes-Benz 300SL "Gullwing" tahun 1955 terjual $2,53 juta di lelang Barrett-Jackson Scottsdale, Januari 2026. Beberapa hari kemudian, Gullwing tahun 1956 yang belum pernah direstorasi terjual di lelang Eropa sekitar €4,4 juta (kira-kira $5,27 juta, atau sekitar Rp92,8 miliar dengan kurs Rp17.600/USD dari e-rate BCA tanggal 8 September 2026), harga tinggi ini justru karena kondisinya orisinal dan belum direstorasi sama sekali, plus riwayatnya yang jelas. Itulah contoh paling ekstrem dari mobil klasik naik harga, dan sama sekali nggak mewakili harga mobil umur 20 tahun biasa yang nongkrong di garasi rumah di Jakarta.
Indonesia belum punya indeks seperti Hagerty yang melacak harga model tertentu dari tahun ke tahun, jadi kekosongan data ini memang nyata dan perlu diakui terus terang. Yang tersedia cuma harga tawaran saat ini. Listing di 2025 dan 2026 menunjukkan VW Kodok dijual mulai Rp37 juta buat kondisi apa adanya sampai sekitar Rp175 juta sampai Rp200 juta buat yang sudah direstorasi rapi, Toyota Land Cruiser FJ40 dari Rp200 juta sampai lebih dari Rp1 miliar tergantung keaslian dan kualitas restorasinya, dan Mercedes-Benz W123 ("Mercy Tiger") dari Rp50 juta sampai Rp150 juta, menurut beberapa listing dan panduan diler yang beredar (Kompas Otomotif, Carmudi, ACC.co.id). Sebuah Chevrolet Bel Air dijual sekitar Rp942 juta dan Chrysler Imperial Ghia sekitar Rp271 juta dalam pencarian yang sama.
Semua itu cuma potret harga tawaran hari ini, bukan bukti bahwa harga mobil tertentu naik dari tahun ke tahun. Tanpa data penjualan berulang buat pasar Indonesia, seperti yang dimiliki Hagerty buat pasar Amerika dan Eropa, jawaban jujurnya adalah belum ada yang bisa menunjukkan angka kenaikan harga mobil klasik per model yang benar-benar terverifikasi di Indonesia. Kamu perlu skeptis kalau ada artikel listicle yang klaim harga mobil klasik naik rata-rata sekian persen tanpa menyebut metodenya.
Kalau kamu punya mobil klasik yang memang langka dan dokumentasinya lengkap, halaman Holdings di NetWort memungkinkan kamu mencatatnya di kategori Kendaraan dan mengubah sendiri angka default -10% itu jadi angka positif yang mencerminkan harga jual mobil sejenis yang sebenarnya, sama seperti cara kamu mencatat aset manual lainnya. Buat kebanyakan mobil, termasuk mobil umur 20 tahun pada umumnya, langkah paling jujur adalah membiarkan angka default itu apa adanya, atau cek data penurunan harga per merek kami buat angka minus yang lebih akurat. Sebelum menganggap mobil tua di garasimu adalah investasi tersembunyi, tanya dulu apakah dia punya tiga hal yang benar-benar menggerakkan kenaikan harga mobil klasik: kelangkaan yang nyata, keaslian yang terdokumentasi, dan pasar kolektor yang masih terus berkembang, bukan cuma umur yang tua di odometer. Artikel kami soal jam tangan vintage sebagai aset jual kembali membahas perbedaan kelangkaan versus nostalgia yang sama untuk jenis barang koleksi yang berbeda.